LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

51.370 Balita di Kabupaten Bogor Alami Masalah Gizi

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mencatat 51.370 balita di daerah itu mengalami masalah gizi. Berat badan dan postur tubuh mereka tidak ideal.

2021-08-25 20:32:17
Gizi Buruk
Advertisement

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mencatat 51.370 balita di daerah itu mengalami masalah gizi. Berat badan dan postur tubuh mereka tidak ideal.

Hingga 31 Juli 2021, terdapat 207.373 balita, dari target 530.793 balita, yang telah ditimbang dan diukur. Hasilnya, didapati 13.792 balita atau 6,65 persen balita dengan berat badan kurang, stunting 25.778 orang atau 12,57 persen, dan gizi buruk sekitar 11.800 balita atau 5,69 persen.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinkes Kabupaten Bogor Intan Widayati menjelaskan, kondisi ini terjadi karena rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi ibu selama mengandung atau setelah anak dilahirkan, terutama ASI eksklusif selama dua tahun.

Advertisement

"Pemantauan pertumbuhan balita di posyandu sebagai upaya deteksi dini masalah gizi pada balita, sehingga balita yang terdeteksi mengalami gangguan pertumbuhan agar dirujuk ke tenaga kesehatan untuk ditangani," kata Intan, Rabu (25/8).

Intan berharap, peran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dapat ikut membantu Dinkes Kabupaten Bogor dalam meningkatkan kesadaran masyarakat melalui kadernya, serta pengembangan pengorganisasian masyarakat.

"Termasuk mendorong pemanfaatan dana desa untuk pencegahan stunting, termasuk dalam penyediaan sarana prasarana posyandu,” tutupnya.

Advertisement

Ketua TP-PKK Kabupaten Bogor Halimatu Sadiyah Iwan ajak para kaum ibu lakukan konvergensi stunting di Kabupaten Bogor melalui Bimbingan Teknis Kelas Ibu, Konvergensi Stunting dan pengelolaan Bina Keluarga Balita (BKB) secara virtual di Ruang VIP Gedung Tegar Beriman, Rabu (25/8).

Menurutnya, program konvergensi stunting dan bulan penimbangan bayi sangat bermanfaat bagi para orang tua dalam menstimulasi perkembangan anak balita, menciptakan keluarga kokoh dan ibu andalan dalam pengasuhan anak balita.

"Karena figur seorang ibu memiliki kemampuan yang diperlukan dalam mengasuh anak, untuk itu melalui bimbingan teknis ini bisa meningkatkan kemampuan para ibu dalam menciptakan anak berkualitas dengan berbagai pengetahuan," tegasnya.

Baca juga:
Warga Korea Utara Dilaporkan Mengalami Kelaparan dan Ratusan Ribu Anak Gizi Buruk
Ketahui Gejala Malnutrisi Beserta Penyebabnya, Cegah Sejak Awal
Tekan Stunting, Begini Cara Pemkab Kulon Progo Ajak Warga Tingkatkan Konsumsi Ikan
Kades Garut Ini Keliling Kampung untuk Sosialisasi Stunting, Aksinya Penuh Perjuangan
Ajak Warga Makan Ikan, Ini Upaya Menko PMK Muhadjir Atasi Stunting di Nias
Peristiwa 25 Januari: Peringati Hari Gizi dan Makanan Nasional, Cegah Stunting Anak

(mdk/yan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.