Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tekan Stunting, Begini Cara Pemkab Kulon Progo Ajak Warga Tingkatkan Konsumsi Ikan

Tekan Stunting, Begini Cara Pemkab Kulon Progo Ajak Warga Tingkatkan Konsumsi Ikan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger, Jember. ©2020 Merdeka.com/Facebook Heriyanto Subekti

Merdeka.com - Indonesia merupakan negeri yang makmur. Segala hasil alam mulai dari sayur mayur serta hasil laut bisa dinikmati di Indonesia.

Artinya, secara kesehatan, banyak makanan di Indonesia yang memiliki kandungan gizi melimpah. Sayangnya masih banyak pula warga yang terlahir menderita stunting atau gizi buruk.

Bupati Kulon Progo, Sutedjo, mengatakan angka konsumsi ikan masyarakat di Kulon Progo baru 26,49 per kapita per tahun atau di bawah rata-rata tingkat DIY yaitu 36,50 kilogram per kapita per tahun. Hal itu ditandai dengan angka kasus stunting di tempat itu yang masih tinggi. Maka dari itulah Pemkab Kulon Progo membuat sebuah gerakan makan ikan yang diberi nama “Gemarikan”.

“Melalui gerakan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya makan ikan bagi pertumbuhan, kesehatan, dan kecerdasan manusia,” kata Sutedjo dikutip dari ANTARA pada Rabu (7/4). Berikut selengkapnya:

Menjawab Permasalahan Gizi

mencegah stunting dengan pemeriksaan rutin kehamilan

©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Menurut Sutedjo, ikan dapat menjadi salah satu solusi utama bagi permasalahan gizi di tengah masyarakat. Hal ini dikarenakan ikan kaya akan gizi esensial yang sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kecerdasan, seperti DHA dan Omega 3.

“Kami mengakui masyarakat lebih memilih daging ayam dan telur dibandingkan ikan. Kami minta dinas mensosialisasikan lagi ke masyarakat tentang manfaat ikan bagi generasi muda,” kata Sutedjo dikutip dari ANTARA.

Penyebab Rendahnya Konsumsi Ikan

tempat pelelangan ikan tpi puger jember

©2020 Merdeka.com/Facebook Heriyanto Subekti

Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo, Sudarna, rendahnya konsumsi ikan di masyarakat disebabkan oleh beberapa faktor. Di antara lain rendahnya kesadaran tentang arti penting konsumsi ikan, sosial budaya, serta ekonomi dan pendapatan masyarakat.

“Padahal produksi perikanan Kulon Progo cukup tinggi yakni sebesar 18.791,61 ton di tahun 2020 baik dari produksi budi daya maupun produksi penangkapan ikan. Namun sayangnya angka konsumsi makan ikan masih belum sesuai harapan,” kata Sudarna.

Beri Bantuan Ikan Lele

cara budidaya lele dengan mudah hasilkan bibit berkualitas tinggi

©2020 Merdeka.com

Selain melalui gerakan “Gemarikan”, Sudarna mengatakan bahwa pihaknya juga melakukan upaya lain untuk meningkatkan konsumsi ikan di tengah masyarakat. Salah satunya adalah dengan memberikan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berupa ikan segar lele.

“Sejak tahun 2020, BPNT di Kulon Progo memberikan komoditas lele untuk kebutuhan protein hewani,” kata Sudarna dikutip dari ANTARA.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP