LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

5 Megalit Berbentuk Lumpang dan Lesung Ditemukan di Kebun Kopi Warga Lahat

Menurut dia, megalit tersebut kemungkinan digunakan dalam menunjang pertanian dan pemujaan leluhur pada zamannya. Seperti menumbuk biji-bijian dan hasil kebun lainnya.

2021-01-28 01:06:00
Peninggalan Sejarah
Advertisement

Warga menemukan lima benda megalitik di kebun kopi di Suka Merindu, Lahat, Sumatera Selatan. Megalit itu terdiri dari tiga berbentuk lumpang dan dua menyerupai lesung batu.

Staf Khusus Bupati Lahat Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Maryoto mengungkapkan, megalit berbentuk lumpang memiliki diameter 12 centimeter, sedangkan berbentuk batu memiliki tiga lobang masing-masing berdiameter 14 cm. Ada juga lesung batu yang berukuran besar yakni 25 cm dan posisinya tertimbun tanah.

"Kami temukan tiga lima benda megalit di kebun kopi milik warga," ungkap Maryoto, Rabu (27/1).

Advertisement

Menurut dia, megalit tersebut kemungkinan digunakan dalam menunjang pertanian dan pemujaan leluhur pada zamannya. Seperti menumbuk biji-bijian dan hasil kebun lainnya.

"Kami masih melakukan penelitian lebih lanjut," ujarnya.

Dengan ditemukannya lima benda megalit terbaru, otomatis menambah daftar situs megalit di Lahat. Bahkan, Kabupaten Lahat sejak lama sudah dikenal dengan daerah kaya megalit.

Advertisement

"Setidaknya ada 55 situs megalit yang ada di Lahat yang tersebar di 20 situs megalitik," kata dia.

Arkeolog dari Balai Arkeologi Sumsel Retno Purwanti menjelaskan, kawasan Lahat dan Pagaralam menjadi pusat penemuan megalit. Sementara benda megalit tertua di Sumsel berada di Pagaralam yang sudah ada sejak abad ke-4 Masehi.

Hanya saja, sejauh ini belum ditemukan megalit yang berusia sebelum masehi. Terbanyak ditemukan megalit pada abad ke-9 sampai abad ke-12 M atau masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya.

"Wilayah itu paling banyak situs megalit. Bisa jadi hampir setiap kelurahan ada situsnya," kata dia.

Baca juga:
Arkeolog Temukan Lukisan Gua Tertua Dunia Berusia 45.500 Tahun di Sulawesi
Terbesar se-Asia, Ini 5 Fakta Unik Pabrik Gula Colomadu
Menilik Ndalem Kemasan, Saksi Bisu Kisah Pilu Permaisuri Paku Buwono VI
Intip Bendungan Zubaidah, Ratu Terkaya Arab Sumbang 5 Ribu Kg Emas buat Pembangunan
Kini 'Terdampar' di Borobudur, Ini Kisah Heroik Kapal Samudra Raksa Mengarungi Lautan
Bergaya Eropa,Tempat Wisata di Solo Ini Dulunya Bekas Pabrik Gula

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.