5 Kontroversi Mayweather si petinju terkaya
Mayweather telah membukukan 28 kemenangan, di mana 26 di antaranya adalah menang KO.
Sebagai petinju, Floyd Joy Mayweather Jr telah membuktikan ketangguhannya sebagai seorang petinju. Dia telah membukukan 28 kemenangan, di mana 26 di antaranya adalah menang KO. Sejak menjalani karier sebagai petinju profesional, Mayweather tak pernah terkalahkan. Kemenangan yang diperoleh Mayweather atas Manny Pacquaio mengundang pelbagai kontroversi di dunia tinju. Banyak yang menganggap pemenang sebenarnya adalah Pacquaio, namun juri berpendapat Mayweather yang layak menang dalam pertarungan di atas ring. Mayweather memang telah menggenapi kemenangannya dalam tinju profesional sebanyak 48 kali setelah menaklukan Pacquaio. Namun, dalam pertandingan tersebut, petinju berusia 38 tahun ini dituding menggunakan doping. Dalam pertarungan yang digelar 2 Mei 2015 lalu, Mayweather telah dinyatakan menang atas petinju Filipina Manny Pacquiao. Keberhasilan itu membuat dirinya berhak mengambil alih sabuk juara WBO kelas Welter dari tangan Pacquiao. Selain di atas ring, Mayweather juga kerap kali bermasalah terhadap hukum. Selain dikenakan denda, dia juga sudah beberapa kali kelar masuk penjara karena kerap berlaku kasar terhadap pasangannya. Berbeda dengan kasus-kasus sebelumnya, pada Mei 2015 lalu Mayweather kembali tersandung masalah dengan mantan kekasihnya. Petinju yang baru saja merayakan kemenangannya atas Pacquiao tiba-tiba menerima gugatan dari Josie Harris. Baca juga: Meskipun populer, batu akik ternyata berbahaya untuk kesehatan! [Video] 'Kecelakaan' konyol saat balita coba-coba 'nyetir mobil' Ini video detik-detik crane maut jatuh di Masjidil Haram Belasan orang demo minta gaji TNI-Polri naik Rp 50 juta perbulan
Sejumlah petinju kelas dunia telah merasakan keganasannya. Dia pertama kali merebut gelar juara Lineal dan WBC kelas super bulu dari tangan Genaro Hernandez. Bahkan dia juga berhasil menundukkan petinju asal Meksiko Oscar De La Hoya yang dijuluki The Golden Boy.
Untuk membuktikan ketangguhannya, Mayweather sampai rela berpindah-pindah kelas. Mulai dari kelas Menengah Junior, hingga kelas Welter telah dilaluinya.
Meski dikenal sebagai petinju berbakat di atas ring, namun publik AS mengenal Mayweather sebagai sosok yang penuh kontroversial. Apalagi, kemenangannya atas Pacquiao menambah daftar kontroversi yang disematkan kepada dirinya.
Berikut 5 kontroversi Mayweather si petinju terkaya yang dirangkum merdeka.com:Kemenangan kontroversial atas Pacquaio
Keduanya bertarung selama 12 ronde di MGM Grand Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, Sabtu (2/5) atau Minggu (3/5) waktu Indonesia. Mega duel ini dipimpin wasit Kenny Bayless. Sementara itu tiga juri adalah Dave Moretti, Glenn Feldman, dan Burt Clemens. Ketiganya kompak memenangkan 'The Money' sebutan Mayweather.
Dave Moretti memberi angka Mayweather 118 dan Pacquiao 110. Sedangkan Burt Clemens dan Glenn Feldman kompak memberi angka 116-112.
Akibatnya, Mayweather dibully habis-habisan oleh netizen dunia. Namun dia tak bergeming, Pacquaio pun mengakui kekalahannya.
Dalam pertarungan tersebut, sebenarnya Pacquiao lebih agresif melancarkan serangan di ronde-ronde awal. Tetapi pukulannya belum telak mendarat di wajah dan tubuh lawan. Mayweather terlihat tenang menghindari pukulan Pacquiao.
Pertandingan sepertinya menjadi milik Manny pada ronde ke-4. Pukulan telaknya sempat mendarat di wajah Mayweather. Di ronde 6 Mayweather sempat terpojok. Dia tetap bertahan sambil mengejek Pacquiao.
Dua ronde terakhir Pacquiao terus merangsek masuk membongkar pertahanan Mayweather. Tetapi beberapa kali pukulan kerasnya meleset. Mayweather hanya sesekali melepaskan serangan, dan beberapa pukulan bersihnya masuk.
Dengan kemenangan ini, Mayweather menambah rekornya menjadi 46 kali menang dengan 25 kali KO dan belum pernah kalah. Sedangkan mempunyai rekor 57-5-2. Kini kekalahan menjadi Pacquiao.Pakai doping saat lawan Pacquaio
Sebeum pertandingan berlangsung, Mayweather disebut-sebut telah menyuntikkan saline (garam) dan vitamin. Keduanya merupakan obat-obatan yang masuk daftar larangan WADA (Badan Dunia Antidoping).
Dalam laporan SB Nation, zat yang masuk ke dalam tubuh Mayweather adalah obat-obatan golongan IV. Obat jenis ini memang tidak dilarang oleh WADA, namun tidak demikian merujuk standar USADA.
Laporan hasil tes itu diterbitkan pada hari konferensi terakhir Mayweather dan Andre Berto untuk kejuaraan kelas welter Sabtu malam di MGM Grand. Saat itu, Mayweather mengatakan pertarungan tersebut akan menjadi pertandingan terakhir selama 19 tahun meniti karier.
Tak butuh waktu lama, Mayweather lantas menjawab tudingan tersebut. Dia menyatakan tidak melanggar pedoman USADA atau Nevada dan selalu mengikuti seluruh aturan yang ditetapkan kedua lembaga tersebut.
"Jangan lupa aku adalah orang yang sejak enam tahun lalu bersikeras mengangkat tingkat pengujian obat untuk semua perkelahianku. Akibatnya, ada pengujian obat yang lebih ketat dan pentingnya kesadaran ini dalam olahraga tinju daripada sebelumnya. Aku sangat bangga menjadi atlet yang bersih dan akan terus juara," kata Mayweather.
Sebelum mendapat injeksi tersebut, tim medis Mayweather mengatakan kepada agen USADA bahwa golongan IV terkandung di dalamnya 250 milliiter garam dan multivitamin dan campuran 500 mililiter garam dan Vitamin C.
Sementara WADA bersikeras tidak mengizinkan infus atau suntikan lebih dari 50 mililiter per enam jam, kecuali ada keterangan dari rumah sakit, prosedur bedah, atau penyelidikan klinis. WADA melarang suntikan itu karena dapat digunakan untuk mencairkan atau menutupi zat lain.Gelar juara dicabut
Ternyata, keberhasilan itu menuai masalah. Dalam aturan yang ditetapkan WBO, seorang petinju tak boleh memegang lebih dari satu gelar juara di beberapa kelas yang di pertandingkan. WBO menganggap Mayweather telah melanggar aturan.
Saat itu, Mayweather memang masih menyandang dua gelar dari kelas menengah junior. Alhasil, atas aturan yang ditetapkan, Mayweather melepaskan kedua gelar tersebut, dia juga diwajibkan membayar denda sebesar USD 200 ribu dengan batas waktu hingga 3 Juli sekitar pukul 4.30 waktu Los Angles.
Namun, Mayweather diam saja. Dia juga gagal memenuhi deadline yang ditetapkan WBO, namun lembaga tinju dunia ini tak bisa berbuat apa-apa. Akan tetapi, dua gelar yang diterima Mayweather sudah dinyatakan lepas.KDRT dan kriminalitas
Hukuman pertama terjadi pada 2002 lalu. Dia dilaporkan melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan seksual terhadap beberapa wanita. Atas perbuatannya, Mayweather mendapatkan hukuman percobaan selama enam bulan dan dua hari tahanan rumah. Dia juga diperintahkan untuk menjalani pelayanan sosial selama 48 jam.
Seakan tak kapok, Mayweather kembali berhadapan dengan hukum pada 2004. Kali ini pengadilan menjatuhinya hukuman penjara selama satu tahun, diperintahkan untuk mengikuti konseling dan denda USD 1 ribu atau melakukan pelayanan sosial selama 100 jam. Kasus yang dihadapinya adalah kekerasan seksual terhadap dua orang wanita.
Hanya berselang setahun, Mayweather kembali dijebloskan ke penjara akibat melakukan kekerasan seksual. Tak hanya itu, dia juga terbukti menghajar dan menendang penjaga keamanan setempat. Atas perbuatannya itu, Mayweather dikenakan hukuman penjara selama 90 hari.
Setelah itu, Mayweather kembali dituduh atas kasus yang sama pada 2010, 2011 dan terakhir 1 Juni 2012 lalu. Dia pun berkali-kali dihukum penjara dan denda hingga ratusan ribu dolar.Fitnah
Tak main-main, Josie menggugat Mayweather seebsar USD 20 juta (Rp 285 miliar jika USD 1 = Rp 14.249) atas kasus pencemaran nama baik. Dia menyebut Mayweather telah melakukan kebohongan dalam sebuah wawancara dengan Katie Couric pada April 2015 lalu.
Dalam wawancara tersebut, Mayweather berkali-kali menyebut mantan kekasihnya sebagai pecandu narkoba. Dia juga kembali mengangkat kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dialaminya pada 2010 yang menyebabkan Mayweather dipenjara selama dua bulan.