5 Hari pasca-erupsi, warga kediri terjatuh saat bersihkan rumah
Sebagian besar terjatuh saat membersihkan atap rumah dari abu vulkanik.
Hari kelima pasca-erupsi Gunung Kelud, Kamis (18/2), aktivitas di Kota Kediri berangsur-angsur pulih. Sebagian warga terlihat membersihkan pasir yang menutupi tempat tinggal mereka.
Saat sedang bersih-bersih rumah, banyak warga yang terjatuh dan mengalami luka, hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
"Sejak hari sabtu itu total ada 88 orang, yang dirawat di rumah sakit Gambiran, karena terjatuh saat memperbaiki rumah," kata Humas RS Gambiran Nitra, saat dikonfirmasi, Selasa (18/2).
Nitra mengatakan, sebagian besar warga yang terjatuh mengalami patah tulang dan luka-luka lecet. Sehingga harus dirawat intensif di Rumah Sakit.
"Sebagian sudah dipulangkan yang lecet-lecet. Sementara yang patah tulang masih dirawat, selama beberapa hari," ucapnya.
Sementara itu, untuk biaya rumah sakit, Nitra menjelaskan, hingga saat ini masih ditanggung oleh korban. Belum ada bantuan biaya medis dari pemerintah daerah maupun pusat.
"Pemerintah belum kasih instruksi kalau biaya ditanggung oleh pemkab. Sementara masih dari warga sendiri yang membayar," tandasnya.
Baca juga:
Pemprov Jatim larang korban Kelud mengemis di jalan-jalan
Tanpa pemberitahuan, puluhan penumpang terlantar di Adi Soemarmo
Sering dibuat guyonan di internet, korban Kelud marah
Aktivitas Kelud hari ini normal, tapi warga masih harus waspada
Pengungsi Kelud di Kediri banyak idap ISPA akibat debu vulkanik