Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengungsi Kelud di Kediri banyak idap ISPA akibat debu vulkanik

Pengungsi Kelud di Kediri banyak idap ISPA akibat debu vulkanik Gunung Kelud meletus. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Selama Gunung Kelud meletus pada Kamis malam lalu hingga Senin kemarin (17/2), jumlah pengungsi di lima lokasi yang menderita sakit, tercatat ada sekitar 123 orang. Rata-rata, mereka menderita penyakit Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat menghirup banyak debu.

"Rata-rata mereka sakit karena terlalu banyak menghirup debu letusan Kelud," kata Wadan Satgas TNI AL, Letkol Rudi P Napitupulu di Posko Kesehatan Basarnas Lapangan Wates, Kediri, Jawa Timur, Selasa (18/2).

Rudi mengatakan, para pengungsi yang menderita ISPA di lima lokasi pengungsian itu di antaranya, Pos Pengungsian Wates, Wonorejo, Segaran, Juet dan Tawang.

"Di masing-masing pos, kita tempatkan beberapa personel, satu dokter umum dan tujuh orang medis, dan sejak Kelud meletus sampai Senin kemarin, jumlah pengungsi yang menderita ISPA ada sekitar 123 orang," ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk langkah awal sebagai bentuk antisipasi atau pengobatan, pihaknya memberikan injeksi anti biotik sesuai aturan yang bisa digunakan. "Kemudian memberi obat batuk dan menyediakan masker sebagai antisipasi agar tidak kembali menghirup debu," terang Rudi.

Sementara data Satlak Pengungsi Gunung Kelud, tercatat ada sekitar 36 ribu pengungsi, yang tersebar di 36 titik di Kediri. Namun, karena banyak yang memaksa kembali pulang sejak Sabtu pagi lalu, jumlah pengungsi yang bertahan tinggal 16.400 jiwa.

(mdk/mtf)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP