LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

5 Fakta tragis anak terjerembab di air keras hingga tewas

Amelia Sembiring (7) meninggal setelah tubuhnya terjerembab air keras yang menggenangi teras rumahnya.

2013-11-01 08:35:52
Penyiraman Air Keras
Advertisement

Tindak kriminal di mana si pelaku menggunakan air keras untuk melumpuhkan korbannya, belakangan marak terjadi. Tak hanya di ibu kota, fenomena ini ternyata juga tren di daerah-daerah.

Setelah kasus Tompel yang menyiram penumpang angkutan bus dengan air keras. Kemudian, mahasiswa bernama Riki yang melempar air keras ke tubuh mantan kekasihnya karena tak mau diajak balikan, dan terakhir, Barry vokalis band Saint Loco yang justru terkena lemparan air keras dari orang tak dikenal saat jumpa pers. Kini, di Medan, tepatnya di daerah Patumbak, Deliserdang, kasus penyiraman air keras juga terjadi pada Rabu (30/10) malam kemarin.

Tragisnya, niat si pelaku yang ingin melukai Harmoko Sembiring dengan menyiram air keras malah meleset. Air itu justru melukai Amelia Sembiring (7), putri Harmoko, yang terpeleset ke genangan air keras yang tumpah di lantai.

Berikut fakta tragis kematian Amelia yang tewas karena tubuhnya terjerembap ke dalam genangan air keras:

Pelaku bawa air keras seember

Rabu malam kemarin sekitar pukul 18.30 WIB, kediaman Harmoko di Dusun VI Desa Patumbak Kampung, Perumahan Graha Pesona Amplas, Patumbak Deliserdang, Sumatera Utara, kedatangan tamu tak diundang. Tamu yang mengenakan cadar, jubah dan sepatu perempuan itu mengetuk pintu rumah.

Harmoko lantas membuka pintu. Tak basa basi, pelaku langsung menyiramkan air keras yang dibawanya di sebuah ember berukuran sedang. Beruntung Harmoko yang kaget dengan ulah pelaku, cekatan menutup pintu hingga air itu malah mental kembali ke pelaku.

"Saat itu, Harmoko yang membukakan pintu. Tiba-tiba pelaku akan menyiramkan cairan di dalam ember ke arahnya," kata Ikram Akmal Tarigan, Kepala Dusun VI, Desa Patumbak Kampung.

Pelaku langsung melarikan diri dan hanya tertinggal sarungan tangan yang sudah menciut seperti terbakar. "Naik Avanza warna hitam. Mereka melaju kencang keluar perumahan dan naik ke beram sebelah kanan jadi melawan arah. Mereka mengarah ke Amplas," kata saksi mata lainnya.

Advertisement

Amelia terpeleset ke air keras saat Harmoko kejar pelaku

Aksi cekatan Harmoko menutup pintu, membuat dirinya terhindar dari siraman air keras yang dilemparkan pelaku dari sebuah ember. Beberapa detik setelahnya, Harmoko kembali membuka pintu untuk mengejar pelaku.

Saat Harmoko mengejar pelaku, dia tak sadar putrinya membuntuti dari belakang. Amelia terjerembab telungkup di genangan air keras yang disiram pelaku. Dia menjerit kepanasan.

Harmoko pun urung melakukan pengejaran. Bersama istrinya, Sinta boru Ginting, Amelia langsung dilarikan ke klinik setempat. Dari sana, Amelia dirujuk ke RS Sembiring, Delitua, lalu kembali dirujuk ke Adam Malik.

"Sampai di ICU anak jam 3 pagi (Kamis 31 Oktober). Tak lama berselang meninggal dunia," jelas Ikram, kerabat Harmoko.


Advertisement

Air keras buat kaki Amelia melepuh

Tubuh mungil Amelia terjerembab ke dalam genangan air keras. Luka terparah yang diderita Amelia di bagian kaki, sampai melepuh.

Setelah terkena air keras, Amelia menjerit dan minta tolong kepada ayahnya karena kepanasan.

Diduga air keras masuk ke dalam hidung

Saat tubuhnya terjerembab, diduga air keras sempat masuk ke hidung Amelia. Hal itu pula yang diduga menjadi penyebab utama nyawa bocah SD itu tak bisa tertolong lagi.

"Dugaan saya, selain kakinya, karena dia jatuh telungkup ke air keras itu, mungkin sempat terhirupnya," ujar Harmoko.

Harmoko juga terluka di bagian kaki dan tangan saat akan menyelamatkan putrinya yang terjatuh ke genangan air keras.

Diperkirakan air keras hasil racikan pelaku

Harmoko menduga air keras yang menewaskan putrinya diracik sendiri oleh pelaku. Sebab saat Amelia dilarikan ke rumah sakit, pihak dokter juga tidak bisa menyebutkan jenis air keras yang menggenangi tubuh bocah 7 tahun itu.

"Mereka bilang tidak tahu, karena sepertinya air keras ini diduga racikan sendiri," ucap Harmoko.

Polisi masih berkoordinasi dengan dokter untuk menyelidikinya.

"Sementara ini, jenis air kerasnya belum bisa disimpulkan. Untuk mengetahuinya kita sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Penyelidikan terus dilakukan," kata Kapolsek Patumbak AKP Andiko Wicaksono.

Polisi juga sudah memeriksa dua orang saksi. Barang bukti yang diamankan berupa ember, botol plastik dan botol air mineral serta sarung tangan dan sepatu pelaku.

Soal motif pelaku menyiram air keras, Harmoko mengaku tak merasa pernah punya musuh. "Aku tidak punya musuh. Aku tidak ada dendam pada orang lain. Kalau ada yang dendam denganku, aku nggak tahu," ucapnya.

Baca juga:
Polisi belum tahu jenis air keras yang tewaskan bocah SD
Marak kriminal dengan air keras, Kemendag akan batasi penjualan
Penyiram air keras yang tewaskan siswi SD diburu polisi
Jatuh di genangan air keras, bocah kelas 1 SD tewas
Istri: Beery Saint Loco jadi lebih kalem

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.