5 Fakta kasus pembunuhan Feby Lorita oleh Edo
Selain pembunuhan, pelaku juga melakukan pencurian barang-barang berharga milik korban.
Pembunuh Feby Lorita akhirnya dibekuk polisi saat bersembunyi di kampung halamannya di Siantar, Sumatera Utara. Edo dibekuk saat sedang bersembunyi di rumah kerabatnya. Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Mulyadi Kaharni mengatakan, pelaku utama pembunuhan bernama Edo. Feby dibunuh pada 22 Januari 2013 di rumah Edo di kawasan Gadog, Jawa Barat. Motif pembunuhan sendiri karena masalah asmara. "Pelakunya bernama Edo, dia yang membunuh Feby dan Daniel sendiri bertugas sebagai pembantu," kata Mulyadi Kaharni, Senin (3/2). Edo, meski sudah memiliki pacar, pria 22 tahun ini tetap menyatakan perasaannya ke Feby Lorita. Namun sayang, cinta Edo bertepuk sebelah tangan. Edo menyanggupi untuk membayar Rp 10 juta kepada Feby sebagai uang damai atas pemukulan yang dilakukannya. Edo yang mengaku tidak membawa uang dalam jumlah itu lalu minta diantar ke rumah orangtuanya di Gadog, Jawa Barat untuk mengambil uang. Edo (22) panik usai menghabisi Feby Lorita. Namun dengan cekatan, Edo lalu mengangkut jasad Feby ke dalam mobil Nissan March milik korban. Edo bermaksud menghilangkan jejak dengan membuang mayat dan mobilnya. Setelah meninggalkan jenazah Feby Lorita di dalam bagasi mobil Nissan March Putih F 1356 KA di TPU Pondok Kelapa pada Sabtu (25/1), Asido alias Edo (22) pun langsung bergegas melarikan diri ke kampung halamannya di Siantar, Sumatera Utara. Baca juga:
Dari pengakuan pelaku, pembunuhan tersebut dilatarbelakangi asmara. Namun selain pembunuhan, pelaku juga melakukan pencurian barang-barang berharga milik korban.
Kini Edo masih diperiksa secara intensif oleh jajaran Polres Jakarta Timur. Polisi masih akan mendalami motif yang membuat pelaku tega membunuh mahasiswi Untar ini.
Berikut lima fakta pembunuhan Feby Lorita yang berhasil diungkap petugas kepolisian:Edo bunuh Feby karena cintanya ditolak
"Dia dibunuh setelah siangnya sempat cekcok, karena Feby tidak mau jadi kekasih Edo. Akhirnya malam harinya dibawa ke Gadog, baru malamnya di bunuh," jelas Mulyadi.Feby minta damai Rp 10 juta ke Edo
Tak terima cintanya ditolak, Edo dan Feby sempat cekcok. Bahkan Feby juga mencakar dan memukul Edo. Edo yang kalap lalu membalas dengan memukul Feby hingga giginya rontok.
Feby pun tak terima dengan perlakuan Edo dan mengancam akan melaporkan ke polisi karena melakukan penganiayaan. Namun Edo segera merajuk dan merayu Feby.
"Korban mau damai tapi minta uang Rp 10 juta kepada pelaku sebagai ganti rugi," ujar Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Mulyadi Kaharni.Edo cekik dan tusuk leher Feby dengan pisau
Namun rupanya hal itu hanya tipu muslihat. Rumah yang didatangi Edo dan Feby ternyata kosong dan korban lalu dibujuk untuk menginap di rumah tersebut.
Namun tengah malamnya, Edo lalu membunuh Feby. Edo membunuh Feby lantaran takut wanita cantik itu kabur.
Feby dicekik lalu ditusuk lehernya oleh Edo. Setelah korban meninggal, Edo lalu memasukkan jasad korban ke bagasi Nissan March.Jasad Feby akan dibuang ke Depok dan KBT
Dari hasil pemeriksaan petugas, Edo mengaku awalnya akan membuang mayat Feby di kawasan Juanda, Depok, Jawa Barat. Namun hal ini urung dilakukannya pemuda asal Siantar ini.
"Usai dibunuh di Gadog, mayat korban tadinya mau dibuang di Juanda, Depok, tapi karena ada razia petugas, dia batalkan," ujar Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Mulyadi Kaharni, Senin (3/2).
Karena takut, Edo lalu menghubungi kakaknya, Daniel. Kepada Daniel, Edo mengaku baru menabrak orang hingga tewas dan dia ingin membuang mayatnya.
"Lalu dibantulah Edo ini sama abangnya si Daniel. Mereka lalu mutar-mutar dan sampai ke Kanal Banjir Timur (KBT). Mereka awalnya mau buang di situ, tapi ada polisi juga, akhirnya batal," ujar Mulyadi.
Baru akhirnya Edo dan Daniel menemukan tempat yang dinilai sepi. Mobil Nissan March yang berisi mayat Feby dalam bagasi ditinggalkan begitu saja di kawasan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur yang relatif sepi.Ditangkap di Siantar, tersangka Edo ngumpet di rumah kakek
Berbekal informasi seadanya, anggota Polisi pun langsung menangkap Edo di rumah kakeknya, pada Minggu (2/2) kemarin.
"Setelah diketahui berada di rumah opungnya. Saya kirim 4 anggota terbaik saya untuk menangkap pelaku. Selama dua hari pencarian akhirnya kami berhasil mengamankan pelaku," kata Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Mulyadi Kaharni, Senin (3/2).
Mulyadi mengatakan, saat ditangkap Edo tidak melakukan perlawanan. Saat itu, Edo sempat mengurung diri dalam kamar rumah bersama kekasihnya Astri alias Echi.
4 Kekejaman Edo habisi nyawa Feby Lorita
Ini kronologi pembunuhan Feby Lorita, mayat di Nissan March
Ditangkap di Siantar, tersangka Edo ngumpet di rumah kakek
Ini pembunuh Feby, wanita yang ditinggal di bagasi Nissan March
Edo: Gue pengen pacarin Feby biar dapat kerjaan