LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

5 Aksi massa menyambut kehadiran Atut di KPK

Selain aksi mahasiswa itu, berikut ini ada 5 aksi menyambut kehadiran Atut di KPK:

2013-10-11 08:15:00
Ratu Atut
Advertisement

Rencananya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah sebagai saksi tersangka dugaan kasus suap Pilkada Lebak, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan pada Jumat (11/10) besok. Tubagus merupakan adik Ratu Atut yang juga suami dari Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diani.

Beberapa hari menjelang pemeriksaan Ratu Atut, beragam aksi dilakukan masyarakat Banten untuk mendukung KPK mengusut tuntas kasus korupsi yang diduga menjerat dinasti Atut di Banten dan Jawa barat. Misalnya dukungan para tokoh Banten yang hendak membentuk tim anti-santet jelang pemeriksaan Atut.

Selain aksi mahasiswa itu, berikut ini ada 5 aksi menyambut kehadiran Atut di KPK:

Tokoh Banten datangi KPK dukung pemeriksaan Atut

Kemarin tokoh Banten mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka bertemu dengan Pimpinan KPK Abraham Samad. Para tokoh itu datang dengan maksud memberi dukungan kepada KPK untuk membongkar korupsi di pemerintahan Banten, yang menyeret dinasti Ratu Atut Chosiyah.

"Pertemuan kita bersama tokoh-tokoh Banten ini, intinya memberikan dukungan ke KPK untuk memberantas korupsi di Banten, lewat pintu kasus suap ini. Dan diharapkan dikembangkan kepada kejahatan korupsi lainnya," ujar Ahmad Subadri, salah satu tokoh Banten yang hadir di KPK, Kamis (10/10).

Sejumlah tokoh yang hadir adalah Ahmad Subadri (DPD), Irsyad Jueli (pendiri Banten), Ray Rangkuti, Ratu Enong (Paguyuban Warga Banten), Ali Yahya (penggagas dan pendiri Provinsi Banten), H Mardini (pendiri Banten), UU Mangkusasmita (pendiri Banten), Gusti Mulyadi, dan Ratu Nurlaila.

Advertisement

Mahasiswa demo Atut dengan cara jalan kaki Banten-Jakarta

Aksi lain dilakukan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Banten untuk Rakyat (GEBRAK). Mereka demo dengan cara melakukan aksi jalan kaki Banten-Jakarta menuju gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mereka berangkat dari kampus IAIN Serang menggunakan jalur arteri melintasi Tangerang-Ciledug. Mereka menargetkan tiba di gedung KPK pada Jumat besok, bertepatan dengan rencana KPK memeriksa Ratu Atut sebagai saksi dalam kasus suap Pilkada Lebak.

Aksi dari berbagai elemen mahasiswa tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap KPK untuk menuntaskan sejumlah kasus korupsi yang melibatkan keluarga besar Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

Kini puluhan mahasiswa itu sudah memasuki daerah Cileduk Tangerang. Dari 22 Mahasiswa yang melakukan aksi jalan kaki Banten-Jakarta, kini tersisa 20 mahasiswa. 2 Orang harus dipulangkan karena fisiknya tidak kuat.

"Kita tidak bisa memaksakan mereka untuk tetap ikut. Khawatir bahaya, makanya dipulangkan," ujar Neddi Korlap aksi, saat dihubungi, Kamis (10/10).

Advertisement

Tokoh Banten siapkan tim anti-santet

Para tokoh Banten yang bertemu pimpinan KPK juga meminta penyidik komisi antikorupsi itu tidak takut terhadap santet. Seperti dikatakan Ahmad Subadri, salah satu tokoh Banten yang mengatakan salah satu bentuk dukungan yang diberikan yakni dengan memotivasi kepada pimpinan KPK agar tidak terpengaruh atau khawatir dengan hal-hal gaib, misalnya santet.

Meski secara pribadi Subadri tidak mempercayai hal demikian, tak bisa dimungkiri selama ini Banten diidentikkan dengan hal-hal mistis. Dia mengatakan, jika ada kiriman santet saat menjelang Ratu Atut diperiksa besok, dia akan mengambil langkah antisipasi, yakni menghadirkan para kiai besok ketika pemeriksaan Atut dilakukan.

"Ya kalau ada santet, ya kita bawa anti-santet nya. Ini kan yang hadir ada kiai-kiai. Jadi jangan khawatir itu (santet). KPK mengatakan tidak khawatir. Pak Abraham dan Pandu mengatakan siap lahir batin untuk memberantas korupsi di Banten," ujarnya.

Dia melanjutkan, "dengan terbukanya pintu ini, lewat OTT (operasi tangkap tangan), ya saya kira KPK harus di-support morilnya, jangan sampai takut santet. Karena Banten itu diidentikkan ada santet dan sebagai macamnya. Kami hadir memberikan support moril."

Kumpulkan tanda tangan dukungan masyarakat Banten

Puluhan mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi dengan cara berjalan kaki dari Banten-Jakarta itu juga mengumpulkan tanda tangan dukungan dari rakyat Banten. Tanda tangan dukungan untuk KPK dilakukan dengan menggunakan kain putih sepanjang 5 meter.

"Tandatangan masih, ke beberapa kampus, masyarakat kota Tangerang dan dan Kabupaten Tangerang," kata Neddi, koordinator aksi, Kamis (10/10).

Sepanjang jalan dukungan dari berbagai kalangan terus berdatangan, seperti mahasiswa, masyarakat Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang. Sejumlah masyarakat yang bertemu di sepanjang jalan banyak yang memberikan makanan dan minuman.

Tak sedikit juga memberikan uang untuk kebutuhan lainnya. "Alhamdulillah, dukungan banyak sekali dari mahasiswa Tangerang maupun masyarakat. Kita membawa akomodasi sangat minim, namun masyarakat yang ketemu di jalan bayak memberi," ungkap Neddi.

Warga istighosah di depan kantor Atut

Ratusan warga yang mengatasnamakan Masyarakat Banten menggelar istigasah di depan Kantor Gubernur Banten, Serang, Rabu (9/10). Aksi tersebut digelar untuk memberikan dukungan terhadap KPK yang berusaha menumpas kasus korupsi Dinasti Atut di Banten.

Baca juga:
Ulama dan jawara Banten pun tunduk pada Dinasti Atut
Ini lima senjata ampuh Ratu Atut kuasai Banten
'Jangan salahkan Atut, di Banten juga ada dinasti lain'
5 Aksi massa menyambut kehadiran Atut di KPK
Kenapa baru sekarang Kejati Banten berani usik Dinasti Atut?

(mdk/mtf)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.