40 Ton bom air dijatuhkan padamkan kebakaran hutan di Riau
40 Ton bom air dijatuhkan padamkan kebakaran hutan di Riau. Hasil operasi pengeboman air dilakukan TNI lebih kurang tiga jam ke titik api di lokasi kebakaran berhasil teratasi. Water bombing dilakukan sebanyak 10 kali dengan jumlah air 40 ton.
TNI AU dari Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru sebagai Satuan tugas udara penanggulangan kebakaran hutan dan lahan melakukan pemadaman. Sebanyak 40 ton air dijatuhkan dengan helikopter jenis MI-8 di Kabupaten Kampar, Riau.
"Kita menggunakan helikopter bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk menyiram 40 ton air ke titik api," ujar Kepala Penerangan dan Perpustakaan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Mayor Sus Rizwar kepada merdeka.com, Minggu (4/6) malam.
Menurut Rizwar, hasil operasi pengeboman air dilakukan TNI lebih kurang tiga jam ke titik api di lokasi kebakaran berhasil teratasi. Water bombing dilakukan sebanyak 10 kali dengan jumlah air 40 ton.
"Titik api diketahui dari hasil patroli helikopter Super Puma TNI AU Patroli di Kabupaten Rokan Hulu dan Kampar," ucap Rizwar.
Patroli dilakukan setelah TNI mendapat informasi adanya titik api hasil deteksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru di kedua kabupaten tersebut.
"Saat patroli di Rokan Hulu, api berhasil diatasi. Kemudian patroli kedua di Kampar ditemukan kebakaran hutan, dan langsung kita kirim heliopter untuk Water bombing," imbuh Rizwar.
Baca juga:
Cegah kebakaran hutan, lima desa di Riau dapat Rp 100 juta
BMKG deteksi 10 titik panas di Riau, petugas cek kebakaran lahan
Perjuangan petani ajak warga berkebun tanpa membakar hutan
Cegah karhutla, gubernur se-Sumatera bentuk forum pertumbuhan hijau
Gara-gara puntung rokok, 20 hektar laham Pemda Bengkalis terbakar
27 Negara Asia Pasific datang ke Palembang ikut Bonn Challenge
Kebakaran 2015, 736 ribu hektar hutan di Sumsel dinyatakan rusak
Kebakaran 2015, 736 ribu hektar hutan di Sumsel dinyatakan rusak