LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

4 Perbedaan keterangan polisi dengan saksi dalam kasus Sisca

Beberapa saksi di lokasi menuturkan keterangan yang berbeda mengenai pembunuhan yang menimpa Sisca.

2013-08-15 05:01:00
Sisca Yofie
Advertisement

Polrestabes Bandung menyebut bahwa kasus pembunuhan yang menimpa Sisca Yofie murni karena penjambretan. Polisi pun menutup rapat kemungkinan pembunuhan sadis itu bermotif dendam atau asmara.

Menurut versi kepolisian, pembunuhan terhadap Sisca tidak direncanakan oleh pelaku, Ade dan Wawan. Sesaat setelah kedua tersangka mengambil tas, korban langsung mengejar tersangka dan terjatuh. Saat terjatuh rambut korban masuk ke dalam gir motor pelaku dan terseret.

Pelaku yang panik lalu berusaha memotong rambut korban yang tersangkut di gir motor Suzuki Satria yang dikendarai pelaku dengan menggunakan golok. Namun benarkah semudah itu pembunuhan sadis tersebut terjadi?

Hingga saat ini masih banyak pihak yang tidak percaya dengan apa yang disampaikan pihak kepolisian perihal motif dan modus pembunuhan tersebut. Terlebih, beberapa saksi di lokasi menuturkan keterangan yang berbeda mengenai pembunuhan yang terjadi ketika warga bandung sedang berbuka puasa itu.

Berikut empat perbedaan pengakuan polisi dengan pengakuan saksi seputar kasus pembunuhan sadis itu:

Diseret dengan dijambak atau tersangkut di gir motor

Polisi menyebut bahwa korban Sisca Yofie diseret pelaku lantaran tidak sengaja. Sisca berusaha mengejar pelaku yang membawa lari tasnya, namun nahas wanita cantik itu terjatuh dan rambutnya masuk ke gir motor korban.

Korban lalu terseret karena rambutnya masuk dan tergulung di gir motor pelaku. Pelaku yang panik terus memacu motor Suzuki Satria dan terus menyeret Sisca.

Namun seorang saksi mata di lokasi kejadian, Uju menuturkan lain. Menurut Uju, pelaku yang mengendarai motor mengenakan jaket warna hitam, helm full face gelap dan sepatu hitam. Sedangkan pelaku yang dibonceng dan menjambak Sisca tidak menggunakan helm.

"Nah yang jambak itu rambutnya agak panjang, badannya gak gede, ya sedeng lah" ujar Uju di Jalan Cipedes Tengah kepada merdeka.com, Selasa (6/8).

Lalu mana yang benar, diseret dengan cara dijambak rambutnya atau rambut Sisca masuk ke gir motor lalu terseret?

Advertisement

Putuskan rambut atau membacok kepala?

Polisi juga menyebut bahwa pelaku yang panik karena korban terseret motor karena rambutnya masuk giri lalu berusaha melepaskannya. Pelaku melepaskan rambut korban yang melilit di gir motor dengan cara memotongnya dengan golok.

"Pelaku menyeret hingga sebelum lapangan Abra, di situ pelaku memotong rambut korban dari gir dan kabur," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno, Selasa (13/8).

Namun saksi justru melihat pelaku membacok kepala korban berkali-kali. Hal ini dikuatkan dengan hasil autopsi tim forensik RSHS yang menyatakan korban mengalami luka lecet dari kaki hingga dada dan kepala.

Kepala Forensik RSHS, H Noorman Herryadi, mengatakan selain luka lecet terdapat luka terbuka di kepala. Meskipun begitu, Noorman enggan mengungkapkan secara detail temuan-temuan tersebut, termasuk penyebab utama kematian korban.

Advertisement

Sisca dibuntuti atau tidak

Kronologis yang disampaikan Polrestabes Bandung terkait peristiwa pembunuhan sadis yang menimpa Sisca lagi-lagi juga berbeda dengan saksi. Polisi menyebut pelaku tidak membuntuti korban tetapi baru melihat korban di depan kos nya.

Namun seorang rekan kerja Sisca mengaku ditelepon korban. Kepada temannya itu, Sisca mengaku dibuntuti oleh orang yang tidak dikenalnya.

Namun nahas, telepon genggam Sisca langsung tidak aktif saat temannya itu mencoba menghubungi. Benarkah pelaku tidak membuntuti korban dan tidak merencanakan pembunuhan itu?

Penjambret atau pembunuh bayaran?

Polisi menyebut bahwa kasus pembunuhan sadis yang dilakukan oleh Ade dan Wawan murni karena penjambretan. Menurut pihak kepolisian, pelaku awalnya tidak berniat untuk membunuh perempuan cantik itu.

Namun Indonesia Police Watch (IPW) punya penilaian sendiri. Menurut IPW, banyak kejanggalan terkait kasus pembunuhan Sisca Yofie. Salah satunya soal perilaku Sisca yang terlihat menghindar akibat hubungan tidak harmonis dengan Kompol Albertus Eko.

"Ini mengindikasikan korban sesungguhnya adalah target yang sudah diincer sejak lama. Apalagi diketahui selama ini, korban sering berpindah-pindah tempat tinggal. Ada pun penjambretan menjadi kamuflase," kata Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane dalam rilisnya, Rabu (14/8).

Neta bahkan menduga dua tersangka penjambretan Wawan dan Ade sebagai pembunuh bayaran.

"Polisi harus bekerja keras mengungkap semua ini, termasuk mengungkap apakah kedua tersangka yang sudah ditahan itu merupakan pembunuh bayaran atau 'pengaku pelaku bayaran," lanjutnya.

Baca juga:
Apa yang membuat Kompol A cinta mati ke Sisca?
4 Penegasan polisi Kompol A tak terlibat pembunuhan Sisca
Ini alasan Kompol A perintahkan dua polisi mata-matai Sisca
4 Misteri sebelum Sisca ditemukan tewas dibunuh
Ini hukuman yang menanti Kompol Albert karena selingkuhi Sisca

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.