300 Novel Fredy S melambung dari Malaysia hingga Brunei Darussalam
"Sampai sekarang, novelnya Fredy S masih kita cetak. Dulu kan novel-novelnya kita beli putus."
Nama Fredy Siswanto dikenal sebagai novelis yang aktif dalam menghasilkan karya. Dalam sebulan, penulis yang menyebut dirinya sebagai 'sastrawan kaki lima' ini mampu merampungkan tiga novel. Bahkan, pria yang di awal karirnya tercatat sebagai komikus tersebut telah menghasilkan 300 judul.
Novel karya Fredy S yang kerap dicibir sebagai 'karya picisan' tidak hanya dapat diperjualbelikan di sejumlah kota-kota besar di Indonesia. Novel yang masuk ke dalam kategori stensilan ini bahkan dapat ditemukan di negeri jiran seperti Malaysia hingga ke Brunei Darussalam.
24 Januari 2015 lalu, Ferry tutup usia pada umur 60 tahun. Meski begitu, karya-karyanya tetap diterbitkan hingga sekarang, salah satunya oleh penerbit Bintang Indonesia.
"Sampai sekarang, novelnya Fredy S masih kita cetak. Dulu kan novel-novelnya kita beli putus. Jadi kapan saja kita bisa cetak ulang," ujar Rafly, pegawai Bintang Indonesia saat dihubungi merdeka.com.
Dia menambahkan, hingga saat ini, masih ada orang yang masih membaca novel-novel karya Fredy S, baik membeli melalui lapak toko buku bekas atau mendatangi langsung kios Bintang Indonesia di Pasar Senen, Jakarta Pusat.
"Kalau eceran, kita jualnya Rp 3.500. Kalau beli banyak, satunya kita kasih Rp 1.500," ujarnya.
Novel-novel karya Fredy S kerap menampilkan judul dan sampul yang 'cacthy', seperti 'Rintihan Angsa Putih', 'Jeritan Dilanda Noda', 'Bunga-Bunga Pohon Cinta', 'Berandal-Berandal Cinta', 'Bercinta Dalam Gelap'.
Salah satu novelnya berjudul 'Senyummu Adalah Tangisku' pernah diangkat ke layar lebar dengan pemeran utama bintang remaja top pada masa itu, Rano Karno dan Anita Carolina.
Baca juga:
Cerita mereka yang pernah membaca novel Fredy Siswanto
Novel karya Fredy S, laris karena bumbu-bumbu erotis
Novel-novel karya Fredy S yang difilmkan
Meski dipandang sinis, tapi novel karya Fredy S tetap laris manis
Mengenang Fredy S, novelis 'roman picisan' yang kini terlupakan