30 Persen saraf berfungsi, penculik bocah Argentina batal diamputasi
Tangan kiri Jorge Gabriel Langone (42), WN Argentina yang sebelumnya ditahan di ruang detensi kantor Imigrasi Kelas I Makassar, kini masih dirawat di RSUP Wahidin Sudirohusodo usai menjalani operasi kecil di tangannya. Dokter membatalkan amputasi tangan Jorge lantaran 30 persen saraf masih berfungsi.
Tangan kiri Jorge Gabriel Langone (42), warga negara Argentina yang sebelumnya ditahan di ruang detensi kantor Imigrasi Kelas I Makassar, kini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo usai menjalani operasi kecil di tangannya. Dokter membatalkan amputasi tangan Jorge lantaran 30 persen sarafnya masih berfungsi.
Sebelumnya, Selasa (13/2) pukul 07.30 WITA, Jorge ditemukan berlumur darah usai mencoba bunuh diri dengan menyayat lengan kirinya menggunakan beling hingga urat nadinya nyaris putus. Dia kemudian dilarikan ke RSUP Wahidin Sudirohusodo.
"Masih ada 30 persen saraf tangan Jorge yang berfungsi sehingga tidak diamputasi jadi semalam dia jalani operasi kecil. Hari ini masih dirawat di ruang UGD dan sementara dicarikan ruang perawatan yang kosong untuk segera dipindahkan sembari menunggu kedatangan pihak Kedubes Argentina untuk melihat langsung warganya sekaligus menjemputnya dibawa ke Argentina," kata kepala kantor Imigrasi kelas I Makassar Andi Pallawarukka saat ditemui di kantornya, Makassar, Rabu (14/2).
Keterangan dari Candela Soledad Guiterrez, (33), teman wanita Jorge yang ikut ditahan di ruang detensi, Jorge merasa berat untuk kembali ke negaranya, dia ingin tinggal di Indonesia sekaligus menjalani hukuman jika memang harus dihukum.
"Jorge menolak dipulangkan makanya dia bikin ulah untuk tak dipulangkan. Tapi kita tetap akan pulangkan sesuai jadwal semula yakni Kamis besok. Dokter yang merawatnya juga mengatakan kondisi Jorge mulai membaik dan sisa jalani masa penyembuhan dan itu bisa dilakukan di negaranya," kata Andi.
Jorge, musisi dari Argentina adalah ayah yang menculik anaknya sendiri, Alum Langone Avalos (7) dari mantan istrinya, Elizabeth Avalos, Juni 2017. Delapan bulan berlalu, tepatnya Rabu (7/2), Jorge dan Alum ditemukan di Kabupaten Toraja Utara, Sulsel bersama Candela. Pencarian selama delapan bulan itu sampai melibatkan Interpol.
Baca juga:
Ogah balik ke Argentina, penculik Alum sayat urat nadi hingga nyaris putus
Ungkap penculikan anak, Kepolisian Indonesia dipuji di Argentina
Bertemu Kapolri, Dubes Argentina berterima kasih membantu menemukan bocah Alum
Pekan ini, Alum akan segera dipulangkan ke Argentina
Langgar aturan imigrasi, Ayah bocah Alum dan pacarnya masih ditahan