274 Ekor Sapi untuk Kelompok Tani Masuk Makassar Harus Jalani Karantina
Menggunakan KM Cemara Nusantara 1 tiba di pelabuhan laut Soekarno Hatta, pukul 01.00 wita.
Sebanyak 274 ekor sapi asal Surabaya, Jawa Timur masuk ke Makassar, Minggu (31/1) dini hari. Menggunakan KM Cemara Nusantara 1 tiba di pelabuhan laut Soekarno Hatta, pukul 01.00 wita.
Rencananya, ratusan ekor sapi dari Kementerian Pertanian ini akan dibagikan ke sejumlah kelompok tani (Poktan) di Kabupaten Gowa, Sulsel. Namun, sebelum dibagi langsung ke Poktan, sapi-sapi ini harus menjalani karantina dan rangkaian pemeriksaan.
Sapi-sapi ini diturunkan dari kapal di bawah pengawasan Petugas Balai Karantina Pertanian, Makassar. Lalu diangkut menggunakan truk ke instalasi Karantina Hewan (IKH).
Koordinator Karantina Hewan Balai Karantina Pertanian, Makassar, Sri Utami menjelaskan, meski sapi-sapi ini sudah disertai dokumen pendukung seperti surat keterangan kesehatan hewan dan hasil uji laboratorium dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dan sertifikat kesehatan hewan KH 11 dari daerah asal, setiba di daerah tujuan tetap harus jalani prosedur sesuai aturan berlaku.
"Ratusan ekor sapi ini harus dikarantina dulu selama 3 hari, dilakukan pemeriksaan lagi. Jika semua aman, barulah diterbitkan sertifikat pembebasan sebelum diserahkan ke Kelompok Tani Ternak di Kabupaten Gowa," kata Sri Utami.
Kepala Balai Karantina Pertanian, Makassar, Andi Yusmanto mengatakan, pengiriman ratusan ekor sapi ini adalah program 1000 sapi dari Kementerian Pertanian untuk Sulsel Lumbung Daging Nasional 2021.
"Ini salah satu akselerasi dari pemerintah dalam peningkatan populasi sapi dan produksi daging sapi adalah melalui pengembangan 1.000 desa sapi," kata Andi Yusmanto.
Baca juga:
Program Agro Solution Dongkrak Kapasitas Produksi Padi Hingga 80 Persen
Permudah Petani dan Peternak, Ikut Asuransi Pertanian Kini Bisa Lewat Aplikasi
Menko Luhut Minta Pertanian Food Estate Gunakan Peralatan Modern Buatan Dalam Negeri
Pemerintah Diminta Lakukan Ini Cegah Kekurangan Pupuk di 2021
Pakar Sebut Keunggulan Energi Terbarukan bagi Pertanian, Tingkatkan Kesejahteraan