LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

270 Tenaga Kesehatan di Surabaya Positif Covid-19

Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Surabaya, Jawa Timur, terus bertambah. Bahkan saat ini 270 tenaga kesehatan di Kota Pahlawan dinyatakan terpapar virus corona.

2021-07-14 14:44:17
Covid-19
Advertisement

Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Surabaya, Jawa Timur, terus bertambah. Bahkan saat ini 270 tenaga kesehatan di Kota Pahlawan dinyatakan terpapar virus corona.

"Dr Bramana Askanda dari IDI Surabaya tadi menyampaikan bahwa saat ini ada 270 dokter terpapar Covid-19," kata Wakil Wali Kota Surabaya, Jawa Timur Armuji saat rapat daring koordinasi penanganan Covid-19 di Surabaya, Rabu (14/7).

Rapat koordinasi tersebut diikuti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Surabaya, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Surabaya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) , distributor obat, Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi), Forkopimda, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Surabaya.

Advertisement

Armuji mengatakan, pertambahan jumlah kasus infeksi Covid-19 per 13 Juli 2021 mencapai 1.624 orang. Dengan tambahan itu, kasus aktif menjadi 2.275 orang.

Meski demikian, ada hal positif yang membangkitkan optimisme dalam penanganan Covid-19, yaitu angka kesembuhan harian mencapai angka tertinggi dengan 729 orang pada Selasa (14/7).

Saat ini, kata Armuji, Pemerintah Kota Surabaya telah mengoptimalkan pelayanan kesehatan di 64 puskesmas hingga 24 jam. Puskesmas itu siap melayani pasien yang menjalani isolasi mandiri atau warga dengan gejala Covid-19.

Advertisement

Saat memimpin rapat, Armuji menangkap usulan dari berbagai masukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, di antaranya menyiapkan relawan tenaga kesehatan yang direkrut dari mahasiswa semester akhir Fakultas Kedokteran atau Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) di Surabaya.

"Harapannya nanti relawan kesehatan dapat membantu pelayanan di puskesmas. Tentunya kami akan berkonsultasi dengan Kementerian Kesehatan, fakultas kedokteran dan Stikes di Surabaya," kata Armuji seperti dilansir Antara.

Ia menegaskan dalam situasi darurat seperti ini, Pemkot Surabaya dituntut mengambil langkah cepat untuk menjamin keselamatan warganya.

"Sekarang kami harus ambil terobosan untuk menghindari administrasi yang ribet dan birokratis, seperti obat atau vaksin bisa dikeluarkan izin edar darurat. Jadi, rekrutmen relawan kesehatan harusnya bisa juga di situasi pandemi ini," katanya.

Baca juga:
Epidemiolog Sindir Luhut Sebut Penanganan Pandemi Terkendali: Dia Sudah Sangat Panik
Kasus Covid-19 Melonjak Drastis, 6 Daerah di Sumsel Berstatus Zona Merah
Wagub DKI Sebut Keterisian Tempat Tidur Isolasi 91 Persen dan ICU 94 Persen
Pemilik Kafe Pilih Dipenjara Karena Tak Ada Uang Bayar Denda PPKM Darurat
Ahli Virus: Vaksin Masih Ampuh Hadapi Semua Varian Covid-19
Siswi SMA Tanya Jokowi soal Hubungan PPKM Darurat dengan Kasus Covid-19
Penjelasan Saleh Daulay soal 'Tidak Mau Dengar Lagi Anggota DPR Tak Dapat ICU'

(mdk/yan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.