LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

26 WNA Afrika Terlibat Cyber Crime Ditangkap di Tangerang

Pengungkapan WNA tanpa dokumen imigrasi resmi ini bermula dari laporan pengelola apartemen Great Western GWR yang merasa terganggu dengan aktivitas para WNA asal Afrika tersebut.

2019-06-25 02:32:00
cyber crime
Advertisement

Kantor Imigrasi Klas I Tangerang, mengamankan 26 warga negara asing asal Afrika, yang diduga datang ke Indonesia dengan menyalahi prosedur keimigrasian. Bahkan beberapa di antaranya disinyalir melakukan kejahatan di dunia maya.

"Ada 26 WN asal Afrika, kami amankan di tempat berbeda di sejumlah apartemen di Tangerang, mereka secara nyata melanggar dokumen keimigrasian," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Tangerang Herman Lukman, Senin (24/6).

Dia menerangkan, pengungkapan WNA tanpa dokumen imigrasi resmi ini bermula dari laporan pengelola apartemen Great Western GWR yang merasa terganggu dengan aktivitas para WNA asal Afrika tersebut.

Advertisement

Selanjutnya, dari laporan itu, petugas Imigrasi Tangerang, mengamankan beberapa WNA di sejumlah apartemen di kawasan Cikokol, Karang Tengah dan sebuah mess di Tangerang.

"Di Apartemen Cikokol ada 14 yang kami amankan pada beberapa kamar berbeda. Apartemen mess di Karang Tengah, didapati 2 orang. Keesokan harinya di apartemen yang sama diamankan 5 orang lagi dan di Perumahan Serpong Lagoon 5 orang. Sehingga total 26 orang," kata dia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan selanjutnya ternyata dari 26 orang yang diamankan tersebut hanya 10 orang yang memiliki paspor resmi, sisanya sudah habis dari tahun 2014.

Advertisement

Selain itu, Herman menerangkan, ada sejumlah WNA yang disinyalir menyalahgunakan internet untuk keuntungan sendiri atau cyber crime.

"Diduga, mereka melakukan penipuan melalui media sosial seperti Facebook, dengan meminta sejumlah uang. Dugaan tersebut kami masih selidiki lebih lanjut, karena dugaan masih ada pelaku lain," tutur Herman Lukman.

Baca juga:
CyberFest 2019 Sampaikan Pesan Ideologi Merah Putih di Tengah Globalisasi
Ini Tahapan Pemilu Paling Rawan Serangan Siber Versi BSSN
Kepala BSSN Sebut Ancaman Siber Saat Pemilu Bisa Lumpuhkan Negara
Dituding AS Lakukan Peretasan Sistem Komputer Beberapa Negara, China Meradang
Bareskrim Rilis Kasus Kejahatan Fintech Ilegal
Badan Siber Harap UU Keamanan Siber Segera Disahkan
Kepala BSSN Ingatkan KPU Waspada Ancaman Siber Jelang Pemilu 2019

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.