26 Warga Magelang keracunan usai menyantap makanan hajatan
Keracunan massal terjadi Sabtu (3/3) siang ada di rumah Marsudi di Dusun Mlahar, Desa Banjarsari, Kecamatan Windusari. Sekitar pukul 17.00 WIB, ada warga yang makan di hajatan tersebut mulai mengalami mual, pusing dan muntah.
Usai menyantap makanan yang dihidangkan di hajatan, puluhan warga Desa Banjarsari, Windusari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, keracunan. 26 warga dirawat di rumah sakit.
Keracunan massal terjadi Sabtu (3/3) siang ada di rumah Marsudi di Dusun Mlahar, Desa Banjarsari, Kecamatan Windusari. Sekitar pukul 17.00 WIB, ada warga yang makan di hajatan tersebut mulai mengalami mual, pusing dan muntah.
"Semula anak Kades Banjarsari yang muntah-muntah, kemudian langsung dibawa ke RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Hendarto, Minggu (4/3).
Setelah itu, orang lain yang makan di tempat hajatan mengalami gejala sama. Mereka juga dibawa ke RSJ Magelang. Bahkan selepas Magrib, beberapa korban mengalami diare.
Sekitar pukul 19.00 WIB saat bidan desa mengunjungi RSJ, korban yang mendapat tindakan infus ada tujuh orang yang lain dalam pengawasan dan mendapat suntikan.
Menurut dia, umur korban yang mengalami gejala keracunan bervariasi, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Hingga tengah malam, tercatat seluruh pasien yang dirawat 26 orang.
"Penanganan pasien di RSJ sampai Minggu sekitar pukul 00.15 WIB dan tidak ada pasien lagi yang datang akibat keracunan tersebut. Kondisi saat ini, seluruh pasien sudah boleh pulang," lanjutnya.
Melalui bidan desa, dilakukan pemantauan kepada pasien yang sudah pulang dari rumah sakit maupun kemungkinan adanya susulan kasus baru.
"Petugas sudah mengamankan sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium," katanya.
Baca juga:
Diduga efek imunisasi difteri, puluhan santri di Pamekasan demam, mual & muntah
Kasus ibu ajak anak minum racun di Jombang, suami pelaku diperiksa polisi
Diduga tak dinafkahi suami, ibu di Jombang ajak 3 anaknya minum racun serangga
Surani tewas usai tenggak obat pembasmi rumput
Kisah Abu Bakar, jalan kaki 3 KM demi cari keadilan kematian keponakannya
50 Warga Desa Cilember masuk rumah sakit usai diduga keracunan nasi kebuli