250 Tabung Oksigen RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Ditarik Vendor
Komarudin menceritakan pada tanggal 4 Juli yang lalu, bersamaan dengan krisis oksigen di RSUP Dr Sardjito kejadian serupa juga terjadi di RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Saat itu, kata Komarudin belum ada kepastian pengisian oksigen.
Di tengah krisis ketersediaan oksigen di rumah sakit, kabar buruk justru datang dari RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Sebanyak 250 tabung oksigen milik RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta justru ditarik oleh vendor.
Direktur RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Mohammad Komarudin menjelaskan penarikan 250 tabung ini karena pihaknya mengisi oksigen bukan dari vendor tersebut.
Komarudin menceritakan pada tanggal 4 Juli yang lalu, bersamaan dengan krisis oksigen di RSUP Dr Sardjito kejadian serupa juga terjadi di RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Saat itu, kata Komarudin belum ada kepastian pengisian oksigen.
"Saat itu kondisinya benar-benar kritis. Oksigen kita hitungan jam sudah akan habis. Pasokan liquid tidak jelas kapan datang. Saya harus menyelamatkan pasien, mengisi tabung-tabung oksigen yang kosong," kata Komarudin saat dihubungi, Selasa (12/7).
Tabung-tabung kosong milik vendor, kata Komarudin, diisi dengan vendor lain di Tuban, Jawa Timur. Kondisi ini dilakukan demi menyelamatkan pasien dan terpaksa mengabaikan aturan dari vendor tersebut.
"Saya tidak tahu prosedurnya harus izin atau bagaimana. Intinya saya kemanusiaan. Saya harus menyelamatkan orang banyak," tegas Komarudin.
Kondisi ini dinilai oleh vendor menyalahi kontrak. Komarudin membeberkan pihaknya telah memberikan penjelasan dan meminta maaf pada vendor. Tapi keputusan dari manajemen vendor ini tetap menarik 250 tabung oksigen tersebut.
Komarudin mengakui pihaknya masih membutuhkan pihak vendor tersebut untuk mengisi oksigen di RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Hanya saja karena 250 tabung oksigen itu ditarik, akhirnya Komarudin pun mengadakan 150 tabung oksigen baru dengan mekanisme harus jemput bola.
"Kita beli 150 tabung oksigen dengan harga yang sudah melambung. Semalam kita berangkat ke Sidoarjo, kita bawa sendiri dan isi di sana. Ini untuk membackup liquid oksigen," pungkas Komarudin.
Baca juga:
Oksigen Sempat Langka, 2 RS di Bekasi Nyaris Menyerah Tangani Pasien Covid-19
Pedagang Ikan Keluhkan Sulitnya Dapat Oksigen dan Harga Selangit
Kehabisan Stok, Sejumlah Tempat Pengisian Oksigen Medis di Depok Tutup
Perusahaan Singapura Kirim Sumbangan 11.000 Lebih Konsentrator Oksigen ke Indonesia
Pasokan Oksigen di Myanmar Mulai Langka Saat Kasus Covid-19 Melonjak
CEK FAKTA: Satgas Bentukan Relawan Siaga Belum Mulai Program Pengisian Tabung Oksigen