203 Pasien di Surabaya Diduga Terpapar Varian Baru Covid-19
Ia menambahkan, dari jumlah sebanyak 219 pasien itu, terdiri dari pasien jenis laki-laki sebanyak 158 orang dan 61 adalah pasien wanita. Dari total jumlah tersebut, CT value antara 25 hingga 35 sebanyak 16 orang pasien. Sedangkan, CT value dengan nilai dibawah 25 sebanyak 203 orang pasien.
203 pasien yang kini tengah dirawat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya diduga terpapar varian baru Covid-19. Dugaan ini terjadi lantaran CT Value para pasien yang terpapar Covid-19 itu di bawah angka 25.
Penanggungjawab RSLI Laksamana Pertama TNI, dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengatakan, angka jumlah pasien itu terhitung dari klaster Madura. Klaster Madura sendiri, di golongkan menjadi dua. Yakni, hasil dari penyekatan di Jembatan Suramadu dan kiriman pasien dari Bangkalan, Madura.
“Mulai 6 Juni 2021 RSLI sudah menerima hasil penyekatan Suramadu maupun kiriman dari Bangkalan yang kami masukkan dalam satu kluster Madura,” tukasnya dalam rilis tertulis, Selasa (15/6).
Ia menambahkan, dari jumlah sebanyak 219 pasien itu, terdiri dari pasien jenis laki-laki sebanyak 158 orang dan 61 adalah pasien wanita. Dari total jumlah tersebut, CT value antara 25 hingga 35 sebanyak 16 orang pasien. Sedangkan, CT value dengan nilai dibawah 25 sebanyak 203 orang pasien.
“Total 219 (pasien) terdiri dari 158 laki dan 61 perempuan. 16 orang nilai CT Valuenya antara 25-35. Sedang CT Value di bawah 25 sebanyak 203 orang. Sehingga akan kita kirim ke ITD Unair dan Balitbangkes untuk konfirmasi lebih lanjut, dugaan varian baru covid-19. Yang sedang dirawat 210 orang dan 9 orang rujuk ke faskes lainnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, adanya kasus luar biasa Covid-19 di Bangkalan disebut tidak bisa diatasi dengan penanganan medis saja. Faktor non medis juga harus menjadi perhatian, karena permasalahan sosial kemasyarakatan juga berpengaruh terhadap upaya penangan covid-19. Untuk itu peran relawan pendamping sangat dibutuhkan. Potensi yang ada di masyarakat untuk diajak bergotong-royong, bekerja sama membantu menaggulangi pandemi covid-19 utamanya dari sisi pendekatan non-medis.
Sebelumnya, RSLI Surabaya saat ini sedang melakukan perawatan terhadap 369 orang pasien yang terbagi kedalam 4 klaster. Diantaranya, klaster Pekerja Migran Indonesia (PMI), klaster Madura, Klaster Pondok Pesantren, dan klaster umum atau mandiri.
“Jumlah pasien yang dirawat per Selasa (15/6) (terisi) sejumlah 369 orang. Terdiri dari PMI 64 (pasien),kKlaster Madura 210 (pasien), klaster Pondok 12 (pasien), dan umum atau mandiri 83 orang,” kata Laksamana Pertama TNI dr. I Dewa Gede.
Saat ini daya tampung RSLI ada sekitar 410 bed atau tempat tidur. Untuk saat ini, bed telah terisi 369 pasien. Sehingga, masih ada bed kosong sejumlah 31. Selain ketersediaan bed, pihaknya juga mengupayakan menambah tenaga kesehatan yaitu 6 dokter dan 12 perawat dari TNI.
Baca juga:
RSLI Surabaya Tangani 4 Klaster Covid-19 dengan Total Pasien 369 Orang
Gerindra: Pemerintah Tidak Boleh Lelah Imbau Masyarakat Taati Prokes
Hasil Tes PCR Negatif, 196 Jenazah Dipindahkan dari TPU Cikadut Bandung
Moeldoko Tegaskan KSP akan Kawal Pemulihan Bali dari Dampak Covid-19
Satgas: Lima Provinsi di Jawa Alami Lonjakan Tertinggi Kasus Covid-19