2.019 Warga Samarinda Terdampak Banjir
Hujan deras mengguyur utara Samarinda mulai pukul 18.00 WITA hingga pukul 21.30 WITA dengan catatan curah hujan lebih 100 mm. Imbasnya, kawasan permukiman warga di kawasan Pampang pada Jumat (3/9) pagi hingga sore hari.
Permukiman penduduk di dua kelurahan yang ada di dua kecamatan di kota Samarinda, Kalimantan Timur, terendam banjir hingga hampir 1 meter. Hujan itu ditengarai imbas hujan deras Jumat (3/9) kemarin, diperparah masifnya bukaan lahan di utara kota Samarinda.
Hujan deras mengguyur utara Samarinda mulai pukul 18.00 WITA hingga pukul 21.30 WITA dengan catatan curah hujan lebih 100 mm. Imbasnya, kawasan permukiman warga di kawasan Pampang pada Jumat (3/9) pagi hingga sore hari.
Banjir di Pampang mengakibatkan debit air Bendung Benanga Lempake naik signifikan. Hingga petang inu tinggi muka air (TMA) Benanga di angka 78 cm di status waspada.
TMA membuat Sungai Karang Mumus (SKM) meluap. Kawasan terendam banjir air lumpur seperti di permukiman kelurahan Sempaja Timur di Kecamatan Samarinda Utara dan kelurahan Gunung Lingai di kecamatan Sungai Pinang.
"Pendataan kami dua hari ini bersama TNI, Polri dan jajaran kelurahan sampai jam 5.30 sore ini, permukiman terendam banjir dihuni 507 KK atau sekitar 2.019 jiwa," kata Koordinator Relawan Info Taruna Samarinda (ITS) Joko Iswanto, dikonfirmasi merdeka.com, Sabtu (4/9).
Iswanto menerangkan ketinggian debit banjir bervariasi mulai 20 cm hingga 82 cm. "Angka hampir 1 meter itu ada di perumahan Bengkuring," ujar Joko.
"Air banjir bercampur lumpur. Masih dari pendataan kami, warga memerlukan bantuan air mineral, makanan siap saji, peralatan sanitasi, perlengkapan bayi sampai obat-obatan dan masker," tambah Joko.
Penelusuran merdeka.com ke Bendung Benanga, TMA memang berada di angka 78 cm. Air bercampur lumpur yang melewati bendung itu mengalir sangat deras akibat semakin berkurangnya resapan air lantaran bukaan lahan di utara kota Samarinda. Dari pengalaman banjir 2019 dan 2020 lalu, banjir besar terancam terulang lagi menyusul luapan SKM. Lebih 20 ribu jiwa jadi korban banjir.
Pusdalops BPBD Kalimantan Timur telah mengeluarkan peringatan bagi warga bantaran SKM agar mewaspadai banjir akibat tingginya debit Bendung Benanga yang bermuara ke SKM.
"Karena hujan deras pada hari Jumat itu memiliki curah hujan 125,5 mm," kata Petugas Pusdalops BPBD Kalimantan Timur Muriono.
Baca juga:
Penampakan Tumpukan Sampah Sisa Banjir di Belgia
Aceh Catat Kerugian Rp165 Miliar akibat Bencana sejak Januari hingga Agustus 2021
Banjir Bandang dan Longsor di Ngada NTT, 1 Warga Meninggal dan 2 Hilang
Banjir Bandang di Pelosok Kampar, 450 Jiwa Terpaksa Mengungsi
Ceria Bocah New York Main di Tengah Banjir