Banjir Bandang dan Longsor di Ngada NTT, 1 Warga Meninggal dan 2 Hilang
Merdeka.com - Banjir bandang dan longsor menerjang Kampung Malaphedo, Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (3/9) tadi malam sekitar pukul 00.30 Wita.
Akibatnya dilaporkan dua satu orang meninggal, dua hilang dan dua orang lainnya luka-luka. Sementara lima rumah mengalami rusak berat akibat dibawa banjir.
Kepala Pelaksana BPBD NTT, Ambrosius Kodo mengatakan, BPBD, Polres dan Kodim Ngada sudah berada di lokasi sejak tadi malam, untuk mengevakuasi dan pencarian terhadap korban yang hilang.
"Sampai dengan saat ini mereka masih melakukan pencarian terhadap korban yang hilang, dapur umum dan tenda sudah didirikan, selimut juga sudah diberikan," jelas Ambrosius, Sabtu (4/9).
Menurutnya, setelah berkoordinasi dan meminta dukungan, kantor SAR Maumere juga telah tiba di lokasi untuk melakukan pencarian terhadap korban yang hilang. Kesulitan yang dihadapi tim saat ini yakni, ketiadaan alat berat untuk membuka jalur evakuasi baru.
"Jalur alternatif itu harus dibuka untuk menghubungkan kecamatan dengan lokasi kejadian, yang saat ini terisolir setelah diterjang banjir dan longsor," ungkap Ambrosius.
Ia menambahkan, gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat telah memberikan arahan untuk segera membantu para korban yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor, berupa beras, air bersih, makanan siap saji serta obat-obatan.
"Bantuan-bantuan ini segera kami kirimkan ke Ngada. Komunikasi disana berjalan normal, kami terhubung dengan semua stakeholder terkait untuk melaporkan perkembangan terkini," tutup Ambrosius.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya