LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

200 Rumah di Mejobo Kudus Kebanjiran

Ketinggian genangan di masing-masing rumah warga bervariasi antara 30-40 sentimeter pada saat mulai terjadi banjir pada Kamis (20/1) dini hari, sedangkan pukul 08.30 Wib hasil pantauan di lapangan genangan mulai berkurang.

2022-01-20 10:51:44
Banjir
Advertisement

Sebanyak 200 rumah di wilayah Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah kebanjiran. Air akibat luapan Sungai Piji dan Mrisen usai diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

"Sekitar 200 unit rumah yang tergenang banjir tersebar di Desa Golantepus di RW 2 yang kebetulan daerahnya memang dataran rendah dan diapit dua sungai, yakni Sungai Piji dan Mrisen," kata Camat Mejobo Aan Fitriyanto saat ditemui di lokasi banjir di Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo, Kudus, Kamis (20/1).

Karena, kedua sungai tersebut mengalami sedimentasi yang parah, akibatnya saat curah hujan tinggi yang terjadi pada Rabu (19/1) malam hingga hari ini (20/1) kedua sungai tersebut tidak mampu menampung airnya, sehingga melimpah ke pemukiman warga, sedangkan tanggul sungai masih aman.

Advertisement

Ketinggian genangan di masing-masing rumah warga bervariasi antara 30-40 sentimeter pada saat mulai terjadi banjir pada Kamis (20/1) dini hari, sedangkan pukul 08.30 Wib hasil pantauan di lapangan genangan mulai berkurang.

Selain terjadi di Desa Golantepus, seperti dikutip Antara, banjir juga melanda Desa Mejobo, meskipun tidak begitu luas karena lokasinya yang berada di dataran rendah, sehingga setiap curah hujan tinggi sering tergenang banjir.

Rumah warga yang berada di dataran rendah tergenang cukup parah, di antaranya rumah milik Sukarno warga Desa Golantepus RT 3 RW 2 mengalami genangan air di dalam rumah hingga ketinggian 50 cm.

Advertisement

"Mengetahui intensitas hujan yang tinggi, saya semalam tidak tidur untuk antisipasi. Pada Rabu (19/1) pukul 23.30 Wib semua barang-barang berharga saya evakuasi ke tempat aman, karena air mulai masuk ke pemukiman," ujar Sukarno.

Ternyata, kata dia, Kamis (20/1) dini hari benar-benar terjadi banjir dan masuk ke rumahnya. Beruntung semua barang berharga sudah dievakuasi ke tempat aman.

"Hanya saja, kami sekeluarga tidak bisa memasak karena tidak ada pasokan air bersih yang bisa digunakan untuk memasak," ujarnya.

Khambali, warga Desa Golantepus lainnya mengakui sudah siaga sejak semalam, sehingga barang-barang berharga juga sudah dievakuasi ke tempat yang aman.

Akses jalan perkampungan di Desa Golantepus maupun Mejobo juga tergenang dengan ketinggian bervariasi. Beberapa di antaranya tidak bisa dilalui kendaraan bermotor, karena cukup dalam. Namun, sebagian lainnya masih bisa dilalui kendaraan bermotor.

Baca juga:
Jumlah Pengungsi Akibat Banjir di Jakarta Capai 1.575 Jiwa
Sembilan RT di Tegal Alur Jakarta Barat Masih Terendam Banjir
Lahan Pertanian dan Perkebunan Rusak Parah Usai Banjir, Begini Nasib Petani di Madina
Penjelasan Pemprov DKI Mengapa Banjir di Jakarta Barat Tak Surut Enam Jam
1.194 Warga Korban Banjir di Jakarta Dapat Bantuan Makanan hingga Perlengkapan Bayi

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.