200 Personel gabungan evakuasi belasan gurandil tertimbun longsor
Para gurandil alias penambang ilegal ini diduga tertimbun di lubang sedalam 50 meter.
200 Personel gabungan yang terdiri dari anggota Polres Bogor dan polsek setempat, TNI, unsur pemerintah daerah, PMI, PT Antam dan masyarakat sekitar dikerahkan untuk mengevakuasi 12 penambang tanpa izin alias gurandil yang tertimbun longsor di Lubang Kunti, Blok Longsor Desa Bantar Karet, Gunung Mas Pongkor Kecamatan Nanggung.
"Tim evakuasi yang kami libatkan benar-benar mereka yang memiliki kemampuan dan keahlian menguasai lokasi, mengingat posisi longsor yang menimbun para penambang berada di atas bukit yang aksesnya cukup jauh untuk dicapai," kata Kapolres Bogor AKBP Suyudi Ario Seto kepada wartawan, Rabu (28/10).
Evakuasi dimulai sekira pukul 07.00 WIB. Tim evakuasi dilengkapi dengan perlengkapan berupa sekop, pahat, cangkul dan peralatan seadanya, mengingat alat berat tidak memungkinkan digunakan karena lokasi yang sangat jauh tidak mampu dicapai oleh peralatan berat.
"Kami gunakan alat seadanya, lokasi berada di atas bukit kemiringan 100 sampai 120 meter, sisi kiri ada jurang dan sisi kanan longsor tebingan," lanjutnya.
Menurut Suyudi, kendala yang dihadapi di lapangan dengan kondisi jalan yang cukup curam dan tajam, sehingga perlu kehati-hatian untuk mencapai lokasi, dan personel yang dilibatkan harus mempunyai kemampuan untuk menuju lokasi di atas bukit.
Hingga kini, lanjut Suyudi, pihaknya belum dapat mengetahui kabar maupun kondisi 12 penambang liar yang tertimbun longsor di lubang galian penambangan tanpa izin (PETI) itu.
Mereka tertimbun di dalam lubang kedalaman 50 meter dengan lebar lubang sekitar 50 sentimeter.
Dia mengakui bahwa lubang yang menimbun para penambang liar ini adalah lubang PETI yang sudah ditutup oleh petugas dalam operasi gabungan penertiban penambangan liar di area tambang milik PT Antam tersebut.
"Memang betul, lubang yang digali para penambang ini adalah lubang PETI yang sudah ditutup dalam operasi September lalu. Tapi lubang itu mereka bongkar kembali," katanya lagi kepada Antara.
Menurut Suyudi, dimungkinkan jumlah penambang yang tertimbum longsor di lubang PETI Blok Longsor tersebut lebih dari 12 orang, namun yang dilaporkan hanya 12 orang saja yang tertimbun.
"Sampai saat ini yang dilaporkan ada 12 orang, bisa jadi ada penambang lainnya. Tetapi yang baru dilaporkan hanya itu," ujar dia.
Sekitar 12 orang penambang liar tertimbun longsor di lokasi tambang emas di Lubang Kunti Blok Longsor Desa Bantar Karet Kecamatan Nanggung.
Peristiwa itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, Selasa (27/10) kemarin.
Upaya pencarian dan evakuasi korban telah dilakukan mulai kemarin, namun karena cuaca tidak mendukung diguyur hujan lebat sore harinya ditambah lokasi yang jauh serta minim penerangan, membuat evakuasi dihentikan demi keselamatan regu penyelamat.
Baca juga:
12 Penambang terkubur dalam longsor lubang peti
Evakuasi 12 gurandil yang tertimbun longsor dengan cangkul dan sekop
Tak kunjung diperbaiki, turap ambrol di Buleleng cuma difoto aparat
Tanah longsor, ratusan kendaraan di California terjebak lumpur
Mengerikan, lubang raksasa ini telan empat rumah warga