Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak kunjung diperbaiki, turap ambrol di Buleleng cuma difoto aparat

Tak kunjung diperbaiki, turap ambrol di Buleleng cuma difoto aparat Tebing di Bali longsor. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebanyak 100 KK di Dusun Purwa, Pala, dan Kauman yang ada di Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Buleleng Bali terancam kehilangan tempat tinggal. Sebab, senderan alias turap sepanjang 1 km di bantaran sungai Saba kondisinya tergerus parah. Bahkan beberapa tembok rumah warga dan pura juga sudah mulai ambrol.

Terkait ini, pemerintah setempat sudah sempat mendatangi lokasi dan melakukan pengambilan foto. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya.

"Ada sih perhatian pemerintah, supaya tidak saya. Benar ada perhatiannya, kok. Rumah kita hanya difoto-foto saja seperti wartawan, ya hanya itu saja," sindir salah seorang warga setempat yang enggan disebut nama, Minggu (25/10).

Salah seorang tokoh masyarakat desa setempat H Nazim mengatakan, kondisi ini sudah terjadi sejak empat tahun lalu, usai banjir bandang pada tahun 2011. Bahkan menurutnya, pihak Desa Pengastulan, sudah mengajukan beberapa kali untuk permohonan perbaikan dalam Musrebang, namun hingga saat ini tidak kunjung terealisasi.

"Beberapa kali sudah difoto kondisi senderan ini oleh petugas yang mengaku dari pemerintah, tapi tidak ada perbaikan sampai saat ini. Kami hanya bisa berharap, agar pemerintah bisa membantu perbaikan senderan ini," ungkap Nazim.

Sementara itu, Kepala Dusun Purwa Desa Pengastulan, Ketut Sawir menjelaskan, setidaknya ada 500 KK yang tinggal di seputaran bantaran sungai ini dari tiga dusun itu. Namun diakuinya, hanya 100 KK yang berdampak parah, terhadap kondisi ini. Dijelaskannya pula, dahulu sebelum kejadian jebolnya senderan ini, lebar antara permukiman penduduk dengan sungai berjarak 8 meter. Kini bahkan sejumlah wilayah daerah pemukiman juga ikut amblas.

"Di Dusun Purwa ini paling parah kondisinya. Sampai-sampai penduduk sudah meninggalkan rumahnya sekarang, karena sebagian rumahnya ikut amblas. Setiap tahun ada lebar dua meter amblas, saat banjir datang," ujar Sawir, berharap pemerintah betul-betul peduli. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP