LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

2 Suporter Persiba jadi korban pengeroyokan Satpol PP di kantornya

Dua orang anggota Pasukan Suporter Bantul Militan (Paserbumi) yang merupakan pendukung tim sepakbola Persiba Bantul menjadi korban pengeroyokan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul, Senin (1/8). Pengeroyokan kedua orang suporter ini terjadi di salah satu ruangan yang berada di Kantor Satpol PP Bantul.

2017-08-03 01:31:00
penganiayaan
Advertisement

Dua orang anggota Pasukan Suporter Bantul Militan (Paserbumi) yang merupakan pendukung tim sepakbola Persiba Bantul menjadi korban pengeroyokan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul, Senin (1/8). Pengeroyokan kedua orang suporter ini terjadi di salah satu ruangan yang berada di Kantor Satpol PP Bantul.

Kedua anggota Paserbumi bernama Agung Prasetyo (24) dan Eren Nursyam (20) dikeroyok saat datang ke kantor Satpol PP Bantul untuk meminta maaf dan memberikan klarifikasi atas kejadian tindak kekerasan yang menyebabkan seorang anggota Satpol PP terluka saat laga Persiba Bantul melawan PPSM Magelang di gelar di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Senin (27/7) lalu.

Menurut seorang saksi mata pengeroyokan, Bayu Prasetyo, Agung dan Eren datang ke Kantor Satpol PP Bantul bersama suporter lainnya. Kedatangan kedua korban, lanjut Bayu, berdasarkan undangan dari Satpol PP Bantul.

"Saat sampai kantor kedua korban disuruh masuk. Sedangkan Lurah Paserbumi, Rumawan yang mendamping kedua korban tidak boleh masuk dan diminta menemui Kepala Satpol PP Bantul, Susanto," tutur Bayu.

Bayu menceritakan 30 menit paska kedua korban disuruh masuk ke ruangan, tiba-tiba terdengar teriakan minta tolong. Teriakan itu, lanjut Bayu adalah suara kedua korban. Mendengar suara teriakan, Rumawan dan beberapa suporter Paserbumi lainnya langsung mendobrak pintu.

"Ada 20-an anggota Satpol PP yang mengeroyok kedua korban. Kedua korban dianiaya, dipukuli, ditendang hingga luka-luka," terang Bayu.

Terpisah, Lurah Paserbumi, Rumawan menganggap bahwa pengeroyokan terhadap dua orang anggotanya sudah direncanakan sebelumnya oleh Satpol PP Bantul. Pasalnya, kedua korban disuruh masuk ke ruangan dan tak boleh didampingi.

"Kedua korban tidak terlibat insiden kekerasan di Stadion Sultan Agung. Kami sudah laporkan kasus ini ke Polres Bantul," papar Rumawan.

Menanggapi aksi pengeroyokan oleh anggotanya, Sekretaris Satpol PP Bantul, Jati Bayubroto mengatakan bahwa yang terjadi bukanlah pengeroyokan. Sebab, lanjut Jati, ada anggotanya yang juga terkena pukul.

"Itu kejadiannya saling pukul. Sama-sama kena pukul. Anggota kami (Satpol PP) ada yang kena juga," terang Jati.

Jati membantah bahwa kejadian di kantornya merupakan sebuah peristiwa yang sudah direncanakan. "Secara pemikiran, tidak mungkin anggota kami mengeroyok korban," pungkas Jati.

Baca juga:
Gara-gara bunyikan klakson, perempuan berjilbab dipukul pria
Ini identitas diduga pencuri amplifier yang dibakar massa di Bekasi
Penyesalan pengeroyok Bobotoh Ricko
Seorang dosen UNJ ajukan praperadilan lawan Kapolres Bekasi
Pengeroyok Ricko minta maaf, menyesal hilangkan nyawa sesama bobotoh
Pengeroyok Ricko terancam hukuman 12 tahun penjara
Kekerasan seksual jadi pemicu Mariana lakukan kekerasan pada Baby J

(mdk/msh)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.