LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

2 Makam Di Gorontalo Dipindah Bukan Karena Politik Tapi Masalah Keluarga

Gubernur merasa malu dan prihatin atas peristiwa yang menimpa keluarga dan meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas peristiwa tersebut. Dia meluruskan sejumlah pemberitaan yang beredar bahwa makam yang dipindahkan sudah berusia 26 tahun, padahal faktanya, belum sampai tiga tahun.

2019-01-13 18:20:30
Berita Hoax
Advertisement

Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie kaget mendengar kabar ada dua makam yang terpaksa dibongkar karena berbeda pandangan politik. Dia langsung berziarah di dua makam warga tersebut di Desa Toto Selatan, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Minggu (13/1).

Di atas pusara atas nama almarhum Masri Dunggio dan almarhumah Siti Aisyah A. Hamzah itu Gubernur sudah ditunggu oleh Sarco Pomontalo dan keluarga serta masyarakat sekitar.

Rusli berupaya untuk mengklarifikasi dan mencari tahu duduk perkara pemindahan dua makam milik suami dan cucu Sarco, yang sudah beredar luas di berbagai media. Camat, Kepala Desa dan Babinkamtibmas Polsek Kabila juga dihadirkan untuk duduk bersama.

Advertisement

"Saya dari Sabtu(12/1) sampai tadi pagi (Minggu) menerima pesan di media sosial, bahkan di televisi. Saya menerima itu, bahkan dari luar Gorontalo, Pak Rusli apakah setega itu? Saya nggak bisa jawab. Makanya hari ini saya datang," ujarnya.

Rusli meminta agar permasalahan tersebut tidak lagi dibesar-besarkan. Ia menilai hal tersebut tidak ada kaitannya dengan politik, tetapi hanya sebatas konflik keluarga. Masyarakat juga diminta untuk bijaksana dalam menggunakan media sosial dan menanggapi setiap kabar yang beredar.

Gubernur merasa malu dan prihatin atas peristiwa yang menimpa keluarga dan meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas peristiwa tersebut. Dia meluruskan sejumlah pemberitaan yang beredar bahwa makam yang dipindahkan sudah berusia 26 tahun, padahal faktanya, belum sampai tiga tahun.

Advertisement

"Kalau dilihat dari cerita ini tadi, tidak ada hubunganya dengan partai. Mau Golkar mau NasDem itu tidak ada. Mungkin salah paham," terang dia, dikutip dari Antara.

Sengketa lahan pekuburan antarkeluarga sudah dua kali terjadi di Gorontalo. Sebelumnya sekitar dua bulan lalu juga terjadi di Kabupaten Gorontalo Utara. Oleh karena itu, Gubernur berencana mempercepat proses pembebasan lahan untuk dijadikan lahan pekuburan umum bagi warganya.

"Kami sudah menyiapkan lahan pekuburan di Kota Barat, Sipatana, dan di Kecamatan Tapa. Tinggal dipagar dan kita umumkan kepada masyarakat. Kami menyiapkan juga mobil jenazahnya," kata Gubernur.

Baca juga:
Pernah Dirawat di RSJ, Perusak Makam di Magelang Bakal Dites Kejiwaan
Perusak Makam di Magelang Pernah Dirawat di Rumah Sakit Jiwa
Usai Beraksi Kembali, Perusak Makam di Magelang Dibekuk
Misteri Perusakan Makam di Magelang, Polisi Duga untuk Pesugihan
Warga Sempat Lihat Pelaku Perusakan Makam di Magelang

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.