2 Kali Perbaikan, Jumlah DPT di Jateng bertambah
2 Kali Perbaikan, Jumlah DPT di Jateng bertambah. Dari hasil daftar perbaikan daftar kedua sudah alami peningkatan. Itupun rinciannya yaitu 13.922.728 laki-laki dan 14.038.958 perempuan. Nantinya data perbaikan sebagian.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng telah melakukan dua kali perbaikan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk memetakan jumlah pemilih dalam Pemilu 2019. Dari hasil data perbaikan mengalami peningkatan jumlah pendatang 568.271 jiwa.
"Hasilnya sudah penyempurnaan DPT atas rekomendasi Bawaslu ditambah masukan dari parpol, total rekapitulasi DPT Hasil Perbaikan tahap pertama (DPTHP-1) mencapai 27.393.415 jiwa. Rinciannya ada 13.646.350 jiwa pemilih laki-laki dan 13.749.065 pemilih perempuan," kata Ketua KPU Jateng Yulianto Sudrajat saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (16/11).
Yulianto menambahkan setelah dilakukan penyempurnaan lagi pada DPTHP kedua, maka terdapat kenaikan jumlah pemilih menjadi 27.961.686 jiwa. Dari hasil daftar perbaikan daftar kedua sudah alami peningkatan. Itupun rinciannya yaitu 13.922.728 laki-laki dan 14.038.958 perempuan. Nantinya data perbaikan sebagian.
"Jadi dari hasil perbaikan daftar pertama ke daftar perbaikan pemilih kedua mengalami peningkatan kebanyakan pendatang 568.271 jiwa. Dari jumlah data itu siap melaksanakan pencoblosan yang tersebar di 115.382 TPS,"ungkapnya.
Untuk saat ini pihaknya telah merampungkan sosialisasi gerakan melindungi hak pilih di sejumlah daerah. Sedangkan tahapan penyerahan alat peraga kampanye bagi tiap capres, parpol dan calon anggota DPD sudah dilakukan 7 November kemarin.
"Ada 16 baliho bagi tiap tim capres. 11 buah buat parpol dan lima buah untuk tim calon anggota DPD," katanya.
Baca juga:
Penyempurnaan DPT Pemilu 2019 Diperpanjang, KPU RI Cocokan 7 Juta Data Pemilih
TKN Jokowi-Ma'ruf Prioritaskan Rekapitulasi DPT Jakarta dan Jabar
Kubu Jokowi Minta KPU, Kemendagri & Bawaslu Jelaskan DPT Pemilu 2019 Stagnan
Ketua KPU Pimpin Rapat Rekapitulasi DPTHP 2
KPU Tunda Rekapitulasi Hasil Perbaikan DPT Pemilu 2019
Diskusi Bawaslu Bahas DPT Bermasalah