2 Kabupaten di Madura Zona Hijau Kasus Positif Corona
Dua kabupaten di Jawa Timur hingga kini masih berstatus negatif corona atau Covid-19. Kedua kabupaten yang hingga kini masih nol pasien positif corona tersebut diketahui terletak di Pulau Madura.
Dua kabupaten di Jawa Timur hingga kini masih berstatus negatif corona atau Covid-19. Kedua kabupaten yang hingga kini masih nol pasien positif corona tersebut diketahui terletak di Pulau Madura.
Adalah Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Sampang, Madura yang hingga Sabtu (11/4) ini masih berstatus zona hijau berdasarkan data Pemprov Jatim. Kedua kabupaten itu tidak terdapat data pasien berstatus positif corona. Meski demikian, terdapat 281 orang dalam pengawasan (ODP) untuk Sampang dan 123 ODP untuk Sumenep.
Untuk memastikan kondisi tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dan juga Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono pun melakukan video conference dengan Bupati Sampang Slamet Junaidi dan Bupati Sumenep Busyo Karim.
"Pak Bupati Sampang dan Bupati Sumenep silakan menceritakan rahasianya bagaimana menjaga Sampang maupun Sumenep hingga saat ini menjadi dua daerah se-Jatim yang masih berstatus zona hijau," ucap Gubernur Khofifah mengawali video conference.
Secara bergantian dua kepala daerah tersebut menceritakan kondisi daerahnya di tengah pandemi Covid-19. Sebagaimana diceritakan oleh Bupati Sampang Slamet Junaidi, pihaknya selama ini aktif melakukan pencegahan penyebaran Covid-19.
"Kami aktif turun ke lapangan untuk memantau warga kami. Sore ini kami juga masih di lapangan, karena kami dengar ada hajatan pernikahan, kami meminta supaya itu diundur saja setelah Covid-19 ini berlalu," kata Slamet Junaidi.
Meski masih dalam zona hijau, ia mengatakan bahwa di Kabupaten Sampang, warga masyarakat yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada sebanyak 281 orang. Sedangkan yang berstatus sebagai Orang Dalam Risiko (ODR) ada sebanyak 10.000 orang. Para ODP maupun ODR ini yang kini dalam pengawasan ketat oleh Pemkab Sampang.
"Insya Allah besok Senin kita panggil seluruhnya, kepala puskesmas, postu dan polindes, kami akan melakukan pendataan. Sekarang ini sudah ada sebanyak sepuluh ribu lebih warga kami yang sampai di desa-desa kita lakukan isolasi," katanya.
Ia menyebut, Pemkab ingin agar mereka mendapatkan data riil ODR di Kabupaten Sampang, yang nantinya akan diminta untuk melakukan isolasi diri. Pemda juga akan hadir di sana untuk mencegah agar ODR tidak keluar rumah.
ODR di Kabupaten Sampang ini adalah warga pekerja migran yang mudik dari Malaysia. Mereka juga ada yang dari Spanyol serta Amerika. Oleh Pemkab mereka diberikan prioritas untuk dilakukan monitoring.
"Adapun ODP kita di Sampang, kita selalu melakukan monitoring. Siang malam kita gerak bersama karena Gugus Tugas kita sampai desa," tegasnya.
Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Sampang saat ini memang masih nol angkanya. Sejatinya ada warganya yang masuk PDP setelah mengikuti pelatihan calon petugas haji di Surabaya. Akan tetapi setelah mengikuti pelatihan tersebut warga tersebut pergi ke Malang dan kemudian pulang ke Pamekasan.
Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Sumenep Busyo Karim. Ia mengatakan bahwa ia bisa mempertahankan Sumenep sebagai zona hijau karena daerahnya melaksanakan aturan dengan ketat. Dan jaminan keselamatan pada siapapun yang datang ke Sumenep juga dilaksanakan.
"Semua yang datang di-screening dilihat kesehatannya. Di antaranya yang mudik. Selanjutnya ada kesadaran masyarakat karena juga dari tokoh masyarakat juga ikut melakukan imbauan. Seperti kalau ada pesta pernikahan itu sebaiknya ditunda dulu," kata Busyo Karim.
Tidak hanya itu di kawasan pedesaan Kabupaten Sumenep juga diterapkan desa siaga Covid-19. Masker dan semacamnya juga produksi sendiri oleh warga sebagai sarana pencegahan penyebaran virus.
"Bilik-bilik sterilisasi juga didirikan di berbagai wilayah di Sumenep. Bahkan di Kangean juga sudah disiapkan," katanya.
Sejauh ini di Kabupaten Sumenep tercatat ada sebanyak 123 orang ODP. Dikatakan Busyro di Sumenep ada sebanyak 82 orang yang diisolasi secara mandiri atau karantina mandiri.
"Sudah ada 82 orang yang diisolasi. Biasanya ada yang menolak saat awal akan dikarantina. Tapi setelah dibujuk dan diberi pengertian akhirnya mau. Intinya peran tokoh desa," tegasnya.
Menanggapi hal itu, Gubernur Khofifah kembali memberikan semangat dan juga motivasi pada pemerintah daerah setempat agar terus berjuang tak kenal lelah mencegah penyebaran Covid-19.
"Terus semangat menjaga daerah kita agar tidak terjadi penyebaran virus. Mengapa kita hari ini ingin mengkonfirmasi bupati Sampang dan Sumenep, karena dua daerah itu yang Alhamdulillah sampai hari ini yang terkonfirmasi tidak ada PDP maupun kasus positif," pungkasnya.
Baca juga:
Kisah Para Pendatang yang Tertahan di Ruang Observasi
Bi Imah, Belanja Online yang Jadi Pilihan Warga Kediri Saat Corona
Ganjar Sebut Tenaga Medis yang Meninggal karena Covid-19 akan Dimakamkan di TMP
Bogor, Depok dan Bekasi Sepakat akan Terapkan PSBB Serentak
Pasien Positif Covid-19 di Sumut Mencapai 90 orang