Bi Imah, Belanja Online yang Jadi Pilihan Warga Kediri Saat Corona
Merdeka.com - Ana (40 tahun), warga Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, menerima pesanan belanja melalui Bi Imah (Belanja Online dari Rumah) di pintu gerbang rumahnya. Dia mengeluarkan sejumlah uang untuk membayar pesanan plus ongkos kirim (ongkir).
"Wah cepat sekali, katanya diantar setelah jam 12.00 WIB, sekarang belum ada jam dua belas sudah sampai," kata Ana.
Ia mengaku baru pertama memesan setelah mendapatkan info dari WhatsApp Group emak-emak di tempat tinggalnya. Kemudian ia mencoba dan hasilnya menurutnya memuaskan. Bahkan beberapa harga belanjaan menurutnya lebih rendah dibanding beli sendiri.
Sementara itu, beberapa kilometer dari rumah Ana, tepatnya di bilik kecil kantor Pasar Setono Betek, Kota Kediri, Yunanda Tri Cahyo, PIC Bi Imah sibuk menyiapkan pesanan. Beberapa kali ia mengecek pesan WA di handphone kemudian mencocokan dengan bungkusan yang sudah dilabeli.
"Ini tahu, disendirikan biar tidak hancur. Lainnya bisa dijadikan satu," katanya kepada kurir yang siap mengantar ke pelanggan yang sudah memesan. Selain mengkoordinir pesanan, Yunanda juga memastikan bahwa pelanggan mendapatkan barang berkualitas bagus. Semua barang yang dijual di pasar dilayani, mulai dari sayur mayur, daging, beras, dan bumbu.
Demikian keseharian Bi Imah yang mulai online Senin (6/4). Bi Imah merupakan inisiatif Pemkot Kediri untuk melayani kebutuhan warga yang ingin belanja kebutuhan sehari-hari tanpa harus keluar rumah. Bi Imah menerima pelanggan yang ingin belanja di pasar tradisional melalui PD Pasar Joyoboyo dan pusat perbelanjaan (Golden Swalayan, Hypermart, Transmart Carrefour). Masing-masing pusat perbelanjaan memiliki nomor masing-masing.
Bi Imah merupakan solusi bagi warga Kediri yang ingin berbelanja serta menghindari penyebaran virus corona. Untuk sementara, khusus untuk PD Pasar Joyoboyo, operator pusatnya berada di kantor PD Pasar Joyoboyo. Ketika ada pesanan maka dilihat alamat pemesan kemudian daftar pemesanan ditransfer ke masing-masing pasar terdekat. Untuk wilayah Kota diarahkan ke Pasar Setono Betek, wilayah barat di Pasar Bandar, dan wilayah timur di Pasar Pahing.
"Sistemnya, kurir yang akan membelikan barang pesanan itu ke pedagang yang ada di pasar. Kami memilihkan barang-barang yang bagus. Harganya sesuai dengan harga dari pedagang," kata Muhamad Ihwan Yusuf, Dirut PD Pasar Joyoboyo.
Sejauh ini, tidak ada daftar pedagang khusus yang masuk Bi Imah. Semua bisa mendapatkan giliran belanja. Kurir juga akan memilihkan barang yang bagus dan memastikan pelanggan mendapatkan barang yang segar.
Rata-rata pemesan kurang dari 15 orang per hari. Mungkin karena baru tahap awal dan belum banyak yang tahu. Dari beberapa pelanggan, ada rang repeat order.
"Ke depannya kami punya ide untuk menge-line-kan Bi Imah ini dengan wilayah yang melakukan karantina mandiri," terang Ihwan.
Beberapa wilayah di Kota Kediri melakukan karantina mandiri adalah Tinalan, Balowerti dan Pojok. Pemkot sudah memberikan bantuan sembako kepada tiap KK, hanya saja jika masih membutuhkan belanja di pasar, PD Pasar Joyoboyo siap membantu.
"Kalau soal personel, insya Allah kami siap. Sekarang ada empat kurir karena pesanan belum banyak. Kalau sudah banyak, kami bisa menambah," kata Ihwan.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya