2 Ibu rumah tangga di Palembang duel hingga masuk selokan
Di dalam selokan, kedua ibu rumah tangga yang masih bertetangga itu juga masih saling hajar.
Ada-ada saja kelakuan dua ibu rumah tangga (IRT) ini. Hanya gara-gara teguran jangan mengebut saat mengendarai sepeda motor, Leni Puji Astuti (25) dan Ev (35), duel hingga keduanya masuk selokan. Merasa menjadi korban, Leni melapor ke SPKT Polresta Palembang, Selasa (9/9).
Di hadapan petugas, Leni yang tinggal di Jalan A Yani, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang ini, mengaku keributan dengan tetangganya itu berawal saat dia mengendarai motor pada Minggu (7/9) sore. Sedangkan anak Ev membuntuti dari belakang.
Kemudian, datanglah Ev yang juga mengendarai sepeda motor menghampiri korban sambil membentak agar tidak mengebut. Terjadilah adu mulut antara keduanya. Cekcok mereka terhenti setelah korban lekas pergi.
Keributan berlanjut saat Ev mendatangi rumah korban. Dari ribut mulut, keduanya terlibat duel. Saking sengitnya, korban dan terlapor bergelut keduanya masuk selokan depan rumah korban. Pakaian mereka pun basah kuyup. Di dalam selokan, kedua ibu rumah tangga yang masih bertetangga itu juga masih saling hajar. Kalah kuat, tangan dan leher Leni menderita luka bekas cakaran.
"Baju kami berdua sampai robek lalu basah karena kami jatuh masuk ke selokan. Kami dipisah warga. Dia (terlapor) tidak apa-apa, saya yang dicakar-cakar," ungkap Leni.
Tak puas, beberapa jam kemudian Ev mengajak keluarganya untuk menyerang rumah Leni. Mereka membawa kayu, bambu, gayung hingga arit. Motor korban dirusak pelaku. Bahkan, adik korban bernama Luna (8) yang duduk di teras rumah, dilempar pelaku pakai gayung mengenai kepala.
"Saya tidak terima diperlakukan seperti itu. Adik saya yang tidak bersalah juga jadi korban. Ev dan keluarganya itu memang brutal," kata Leni.
"Saya minta polisi menangkapnya, tidak perlu damai. Biar dia tahu rasa," sambung Leni dengan nada kesal.(mdk/hhw)