LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

138 Kali Bencana Terjadi di Sumsel Sepanjang 2021, Kebakaran Rumah Mendominasi

Hingga Oktober 2021, 138 kali bencana terjadi di wilayah Sumatera Selatan. Dari jumlah itu, kebakaran rumah penduduk mendominasi yang tercatat sebanyak 92 kali.

2021-11-17 14:04:00
Kebakaran
Advertisement

Hingga Oktober 2021, 138 kali bencana terjadi di wilayah Sumatera Selatan. Dari jumlah itu, kebakaran rumah penduduk mendominasi yang tercatat sebanyak 92 kali.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengungkapkan, bencana hidrometeorologi di provinsi itu masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakatnya. Hanya saja tahun ini lebih dominan terjadi kebakaran rumah penduduk.

"Sudah ada 138 kali kejadian bencana, paling banyak kebakaran rumah, angkanya juga sangat tinggi, sampai 92 kejadian," ungkap Deru, Rabu (17/11).

Advertisement

Dalam catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kejadian angin puting beliung juga cukup sering, yakni sebanyak 20 kali. Bencana lain disusul banjir 15 kejadian, longsor dan banjir bandang masing-masing 5 kali.

"Bencana-bencana itu membuat 4.874 kepala keluarga terdampak," ujarnya.

Herman menambahkan, bencana alam cenderung lebih dominan terjadi pada saat musim hujan. Sebab, kondisi geografis daerah di Sumsel terbagi dalam dataran tinggi dan rendah.

Advertisement

Semisal di Pagaralam, Lahat, Muara Enim, dan Ogan Komering Ulu Selatan, rentan terjadi tanah longsong, banjir bandang, dan puting beliung karena berada di perbukitan dan pegunungan. Sementara di Sumsel bagian timur seperti Palembang, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Banyuasin, dan Ogan Ilir, berada di dataran rendah dan perairan sehingga membuat banjir menjadi ancaman setiap datangnya musim hujan.

"Dataran tinggi rawan banjir bandang, longsor, dan angin puting beliung, sedangkan dataran rendah rentan terjadi banjir, belum lagi luapan sungai," ujarnya.

Oleh karena itu, dia berharap instansi terkait harus mengantisipasi terjadinya bencana di saat musim hujan. Personil dan kelengkapan peralatan mesti disiapkan sejak dini agar dampak lebih berbahaya dapat ditekan.

"Masyarakat juga perlu disosialisasikan, lakukan mitigasi sejak dini," kata dia.

Kepala Pelaksana BPBD Sums Iriansyah mengatakan, kewaspadaan bencana hidrometeorologi akan berakhir hingga awal tahun depan. Bencana alam masih mengancam hampir seluruh wilayah itu.

"Mayoritas daerah di Sumsel rawan terjadi bencana alam, perlu diwaspadai," terangnya.

Dalam kesiapsiagaan dan penanganan, setidaknya 850 personel disiapkan, belum termasuk dari TNI dan polri. Peralatan dinilainya sudah mencukupi sehingga siap diturunkan ke lokasi bencana dengan cepat.

"Bantuan selama terjadinya bencana juga akan disalurkan, pasokan tersedia," pungkasnya.

Baca juga:
Polisi Ambil Sampel Sisa Fluida Kebakaran Kilang Pertamina Cilacap
Diduga Sebabkan Kebakaran 37 Rumah di Jakut, Seorang Warga Diamankan Polisi
Kebakaran Pabrik Penggilingan Kapas di Pasar Rebo
5 Kasus Jadi Atensi Kapolri: Begal di Palembang hingga Kebakaran Karma Beach Bali
Rekaman CCTV Terdapat Petir Sebelum Kilang Pertamina Cilacap Terbakar
Restoran Karma Beach Bali Terbakar, Kerugian Sekitar Rp20 Miliar

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.