135 Hektare lahan dan perkebunan warga di Kepulauan Meranti terbakar
Lahan yang terbakar terdapat tanaman Rumbia atau Sagu. Ada juga lahan semak belukar dan tanaman muda, yang merupakan milik beberapa masyarakat, belum ada tersangka dalam kasus ini.
Lahan dan kebun milik masyarakat di Kecamatan Tebing Tinggi Timur Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau terbakar. Kepulan asap membumbung tinggi. Kepolisian diterjunkan untuk membantu masyarakat memadamkan api.
"Ada beberapa lokasi yang terbakar, di antaranya di Desa Lukun dan di kebun sagu di Jalan Abdul Rahman Desa Tanjug Sari Kecamatan Tebing Tinggi Timur," ujar Kapolres Kepulauan Meranti AKBP La Ode Proyek kepada merdeka.com, Rabu (14/2).
La Ode menyebutkan, luas area lahan yang terbakar seluruhnya mencapai sekitar 135 Hektare. Lokasinya tepat di titik koordinat N 00°53'13.5", dan E 102°47'58.4".
Pemilik Lahan yang terbakar di antaranya, Anuar (57) warga Desa Lukun, Buhari (54) warga Desa Lukun, Abusar (50) warga Desa Centai, Edy Susanto (48) warga Kelurahan Selatpanjang.
Untuk penyelidikan terhadap kasus kebakaran lahan, polisi mengumpulkan barang bukti berupa kayu bekas terbakar.
"Kita sudah mengirimkan surat permintaan keterangan terhadap 4 orang selaku pemilik lahan untuk dimintai keterangan atau diperiksa," tegas La Ode.
La Ode menyebutkan, tim Satgas Gakkum Karhutla Satuan Reskrim Polres Kepulauan Meranti telah melakukan pemeriksaan lokasi kebakaran pada Selasa (13/2).
"Lahan yang terbakar itu terdapat tanaman Rumbia atau Sagu. Ada juga lahan semak belukar dan tanaman muda, yang merupakan milik beberapa masyarakat, belum ada tersangka dalam kasus ini," katanya.
Baca juga:
Jokowi tegaskan jangan sampai asap karhutla ganggu Asian Games 2018
Jokowi jamin dampak Karhutla tak sampai Singapura & Malaysia
Jika masih ada kebakaran hutan, Jokowi ancam copot Pangdam dan Kapolda
73 Titik kebakaran hutan terdeteksi di Sumatera
Menko PMK: Karhutla tak selesai jika satu pihak memadamkan yang lain membakar