13 Ribu Pengunjung Padati Monas di Hari Kedua Lebaran, Ada Apa Saja?
Kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat diserbu belasan ribu pengunjung pada hari kedua Lebaran 2026. Simak detail jumlah Pengunjung Monas Lebaran dan beragam acaranya yang menarik perhatian wisatawan.
Kawasan wisata Monumen Nasional (Monas) di Jakarta Pusat menjadi magnet bagi belasan ribu orang pada hari kedua Idul Fitri 1447 Hijriah atau Minggu, 22 Maret 2026. Sebanyak 13.503 pengunjung tercatat memadati ikon ibu kota tersebut, menandakan antusiasme masyarakat dalam merayakan momen Lebaran. Dari jumlah tersebut, 151 di antaranya merupakan wisatawan mancanegara yang turut menikmati suasana liburan di Jakarta.
Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas, Muhammad Isa Sarnuri, mengungkapkan data kunjungan ini pada Minggu siang. Ia menjelaskan bahwa angka tersebut terhitung mulai pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. Setelah sempat ditutup pada hari pertama Lebaran, Monas kembali dibuka untuk umum dengan jam operasional khusus selama periode libur.
Pembukaan kembali Monas ini memberikan kesempatan bagi warga Jakarta dan sekitarnya untuk mengisi waktu liburan. Berbagai program menarik disiapkan pengelola untuk menyemarakkan suasana. Hal ini bertujuan agar pengunjung dapat menikmati pengalaman berwisata yang berbeda dan berkesan di Monas selama perayaan Idul Fitri.
Antusiasme Pengunjung dan Jam Operasional Khusus Monas
Antusiasme masyarakat terlihat jelas dengan membludaknya jumlah Pengunjung Monas Lebaran pada hari kedua Idul Fitri 1447 Hijriah. Data dari Kepala UPK Monas, Muhammad Isa Sarnuri, menunjukkan bahwa 13.503 orang telah mengunjungi kawasan ini hingga siang hari. Angka ini mencerminkan Monas sebagai salah satu destinasi favorit keluarga saat libur panjang.
Monas yang sempat ditutup pada hari Lebaran pertama, kini kembali beroperasi dengan jadwal khusus. Untuk periode 22 hingga 27 Maret 2026, area tugu Monas dibuka mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Sementara itu, kawasan Monas secara keseluruhan dapat diakses lebih lama, yakni dari pukul 06.00 hingga 22.00 WIB.
Perubahan jam operasional ini bertujuan untuk mengakomodasi lonjakan Pengunjung Monas Lebaran. Pada tanggal 28 dan 29 Maret 2026, jam operasional tugu akan diperpanjang hingga pukul 22.00 WIB. Hal ini memberikan fleksibilitas lebih bagi masyarakat untuk menikmati keindahan Monas, baik di siang maupun malam hari.
Kemeriahan Program "Lebaran di Monas" dengan Ragam Hiburan
Untuk menambah semarak libur Idul Fitri, pengelola Monas menghadirkan program spesial bertajuk "Lebaran di Monas". Acara ini dipusatkan di sisi selatan Monas dan menawarkan berbagai hiburan menarik. Pengunjung dapat menikmati pengalaman yang berbeda dari kunjungan Monas biasanya.
Salah satu daya tarik utama adalah pertunjukan video mapping yang memukau dan air mancur menari. Atraksi visual ini selalu berhasil menarik perhatian ribuan Pengunjung Monas Lebaran setiap tahunnya. Keindahan cahaya dan gerakan air menjadi latar belakang sempurna untuk momen kebersamaan keluarga.
Selain itu, panggung musik juga turut memeriahkan suasana dengan penampilan sejumlah musisi ternama. Pengunjung dihibur oleh Vagetoz, Sigit Wardhana, Cut Mila, 3 Sanca, Bikin Hepi, Dorrein Latuputy, Deddy Lisan, Orkes Biang Kerok, dan Wahyudiramdan. Kehadiran para musisi ini menambah daftar panjang alasan untuk berkunjung ke Monas.
Fasilitas Gratis untuk Kelompok Prioritas di Monas
Dalam upaya memberikan akses yang lebih luas, pengelola Monas juga menyediakan layanan gratis masuk Tugu Monas sampai pelataran cawang. Kebijakan ini berlaku bagi beberapa kelompok prioritas. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Monas untuk menjadi destinasi yang inklusif bagi semua lapisan masyarakat.
Kelompok yang berhak mendapatkan fasilitas gratis ini meliputi penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP). Selain itu, lansia yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Jakarta juga dapat menikmati kemudahan ini. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya liburan bagi mereka.
Tidak ketinggalan, penyandang disabilitas dengan KTP Jakarta juga termasuk dalam daftar penerima layanan gratis ini. Langkah ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan terhadap aksesibilitas. Dengan demikian, semakin banyak warga yang bisa merasakan kegembiraan berlibur di Monas tanpa terkendala biaya masuk.
Sumber: AntaraNews