13 Personel Amankan Sidang MK, Polisi Pastikan Tak Ada Senjata Api
Guna kondusifitas, dia mengungkapkan, beberapa ruas jalan di depan Gedung MK dialihkan. Seperti di depan arah Jalan Medan Merdeka Barat di dua arusnya dialihkan melalui Jalan Merdeka Selatan.
Kapolres Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan mengatakan, pihaknya telah siap mengamankan jalannya sidang putusan sengketa hasil Pemilu presiden 2019. 13.747 personel TNI-Polri disiagakan menjalankan sidang hari ini, Kamis (27/6).
"Kami siap, sesuai jadwal kami terima tanggal 27 Juni 2019 akan dilaksanakan putusan sidang sengketa PHPU pilpres pagi hari ini sesuai protap," katanya di depan Gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (27/6).
Guna kondusifitas, dia mengungkapkan, beberapa ruas jalan di depan Gedung MK dialihkan. Seperti di depan arah Jalan Medan Merdeka Barat di dua arusnya dialihkan melalui Jalan Merdeka Selatan.
Terkait protap pengamanan massa aksi, Harry menegaskan, kepada tiap jajaran untuk tidak menggunakan senjata api dan peluru tajam. Dia memastikan anggotanya tidak ada yang membawanya pada saat bertugas nanti.
"Jadi tadi sudah dicek provos untuk yakinkan petugas tidak membawa peluru senjata tajam," tegasnya.
Aksi massa dikomandoi Gerakan Kedaulatan Rakyat dan Persatuan Alumni 212 sudah mulai berdatangan pada pukul 08.00 WIB. Menurut Abdullah Hehamahua, koordinator aksi Gerakan Kedaulatan Rakyat, mengatakan akan ada satu juta massa hadir hari ini di sekitaran Gedung Mahkamah Konstitusi hari ini.
Reporter: M Radityo
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Massa Pengawal Sidang Putusan MK Sudah Penuhi Kawasan Patung Kuda
Tiga Pilihan MK saat Memutuskan Sengketa Pilpres yang Digugat Prabowo-Sandi
Ada Putusan Sidang di MK, Transjakarta Lakukan Sejumlah Pengalihan Rute
Mahkamah Agung Tolak Gugatan Pilpres BPN Prabowo, Ini Penjelasannya
MA Tolak Gugatan BPN atas Bawaslu, TKN Yakin Menang di MK
Cegah Mobilisasi Massa, TKN Akan Gelar Nobar Sidang Sengketa Pilpres di Rumah Cemara