LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

13 Mahasiswa Unsyiah Aceh Ciptakan Dua Robot Terbang

Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) berhasil menciptakan dua jenis robot terbang yaitu Siwah 9X7 dan Vertical Take Off Landing (VTOL). Ada 13 mahasiswa terlibat membuat robot terbang ini yang tergabung dalam Seulawah Team.

2019-09-25 13:05:00
Robot
Advertisement

Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) berhasil menciptakan dua jenis robot terbang yaitu Siwah 9X7 dan Vertical Take Off Landing (VTOL). Ada 13 mahasiswa terlibat membuat robot terbang ini yang tergabung dalam Seulawah Team.

Ketua Seulawah Team Fenda Dwi Ariefianto menjelaskan, kedua robot terbang ini memiliki spesifikasi yang berbeda. Untuk VTOL menggunakan model drone jenis hexacopter, baterai 6 cell 5200 mAh, motor 470 KV dengan Thrust 1,6 Kg/motor, jangkauan tempuhnya sekitar 3 kilometer dan mampu mengangkat beban sampai 5 kilogram.

Sementara Siwah 9X7 menggunakan model wahana X8 Skywalker, digerakkan dengan motor 880 KV dan daya 1300 Watt, jangkauan tempuhnya sekitar 30 kilometer dan mampu mengangkat beban sampai 4,2 kilogram.

Advertisement

"VTOL ini bisa digunakan untuk drop logistik pada titik tertentu. Kalau Siwah dikhususkan untuk pemetaan wilayah bencana," kata Fenda Dwi Ariefianto, Rabu (25/9) di Banda Aceh.

©2019 Merdeka.com/Afif

Advertisement

Fenda mengungkapkan, bahwa 13 anggota Seulawah Team ini berasal dari Teknik Sipil, Industri dan Elektro di Fakultas Teknik Unsyiah. Butuh 3 bulan bagi mereka untuk menyelesaikan dua produk inovasi ini. Rencananya, dua robot terbang ini akan dilombakan pada Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) pada 1 – 6 Oktober 2019 di Pasuruan, Jawa Timur.

"Ini adalah tahun ketiga kita mengikuti kompetisi tersebut. Dan tahun ini, kita ikut dua ketagori yaitu Drop Zone dan Fixed Wing," ucapnya.

Rektor Unsyiah, Prof Syamsul Rizal mengatakan, bahwa dirinya merasa sangat bangga atas inovasi dari mahasiswa Unsyiah ini. Dalam tiga tahun terakhir, Unsyiah telah bertekad untuk memberikan dukungan penuh bagi siapapun mahasiswa Unsyiah yang ingin berinovasi atau ingin mengikuti kompetisi di level nasional serta internasional.

"Inovasi ini adalah pembuktian bahwa mahasiswa Unsyiah juga mampu menciptakan suatu yang istimewa. Dengan hadirnya inovasi seperti ini pula, nama Unsyiah bisa semakin dikenal," ucap Rektor.

Pada kesempatan ini Rektor juga mengucapkan terima kasih semua pihak, khususnya kepada PLN Aceh atas dukungan dananya sehingga lahirnya inovasi mahasiswa ini.

Rektor menilai, keberhasilan inovasi ini adalah hasil kerja keras serta kekompakan mahasiswa dalam mewujudkan suatu produk inovasi. Tanpa kemampuan dalam me-manage tim, mungkin robot terbang ini tidak akan bisa terwujud.

"Inilah pembelajaran yang sangat mahal. Bagaimana kita mampu me-manage sebuah tim. Kemampuan seperti inilah yang sangat dibutuhkan bangsa kita saat ini," ucap Rektor.

Baca juga:
Saran Menteri Sri Mulyani Agar Akuntan Tak Tergantikan Robot
Menteri Sri Mulyani Nilai Robot Bukan Tak Mungkin Menjadi Obyek Pajak di Masa Depan
Pemerintah Akui Butuh Waktu Lama Untuk Ciptakan Robot Cerdas
VIDEO: Rudiantara Sebut Robot Sophia 'Enggak Pintar-Pintar Amat'
Aksi Robot Sophia Tampil Berkebaya di CSIS Global Dialogue 2019
Rudiantara Ungkap Kelemahan Robot Sophia

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.