129 Pendaki di Ranu Kumbolo Tak Terdampak Erupsi Gunung Semeru
Sekitar seratus pendaki yang berada di Ranu Kumbolo saat ini dalam keadaan aman.
Ranu Kumbolo, sebuah danau yang terbentuk dari bekas kawah, tidak terpengaruh oleh erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu (19/11). Saat peristiwa erupsi berlangsung, terdapat 129 pendaki yang berada di lokasi tersebut, dan mereka dipastikan dalam keadaan aman.
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menjelaskan bahwa Ranu Kumbolo tidak terkena dampak erupsi karena letaknya yang berada di sisi utara, sementara material erupsi bergerak ke arah selatan dan tenggara.
"Sedangkan posisi Ranu Kumbolo berada di sisi utara," ungkap Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, dalam siaran video yang diterima di Kota Malang, Jawa Timur, seperti dikutip dari Antara pada Kamis (20/11).
Dia memastikan bahwa semua pendaki dan pihak terkait lainnya berada dalam kondisi aman dan tidak terkena dampak dari erupsi Gunung Semeru yang terjadi kemarin.
"Pendakinya 129 orang, jika dihitung total semuanya ada 187 orang (bukan 178 orang seperti yang diberitakan sebelumnya), termasuk saver, petugas TNBTS, porter, dan Pendamping Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST). Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju Ranupani," jelasnya.
Balai Besar TNBTS juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi penetapan zona berbahaya yang ditentukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Sementara itu, Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, menambahkan bahwa tim dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah bersiaga di wilayah Ranupani untuk menunggu kedatangan rombongan pendaki.
"Evakuasi berjalan dengan teratur dan dikoordinasikan oleh petugas (TNBTS) bersama rekan-rekan dari saver, semuanya aman," ucap Endrip.
Ia juga menyebutkan bahwa perjalanan dari Ranu Kumbolo menuju Ranupani memakan waktu sekitar 2,5 hingga 4 jam dalam kondisi normal. Balai Besar TNBTS telah melakukan penutupan jalur pendakian di Gunung Semeru setelah terjadinya erupsi.
Penutupan jalur tersebut dituangkan dalam surat pemberitahuan yang diterbitkan oleh Balai Besar TNBTS pada hari ini, dengan nomor: PG.17/T.8/TU/HMS.01.08/B/11/2025 mengenai Penutupan Pendakian Gunung Semeru. Penutupan ini juga mempertimbangkan rekomendasi bahaya radius dari PVMBG, yaitu delapan kilometer dari puncak dan sektoral 20 kilometer ke arah selatan-tenggara.
Jalur pendakian Gunung Semeru akan ditutup sampai kondisi di area tersebut dinyatakan aman untuk aktivitas pendakian.