LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

12 Santri madrasah meninggal dalam banjir bandang di Mandailing Natal

12 Santri madrasah meninggal dalam banjir bandang di mandailing Natal. Kantor Kementerian Agama Mandailing Natal (Madina) melansir nama-nama santri madrasah yang menjadi korban banjir bandang di Desa Muara Seladi, Kecamatan Ulu Pungkut.

2018-10-15 13:06:53
Banjir Bandang
Advertisement

Kantor Kementerian Agama Mandailing Natal (Madina) melansir nama-nama santri madrasah yang menjadi korban banjir bandang di Desa Muara Seladi, Kecamatan Ulu Pungkut. Total tersapat 12 orang santri meninggal dunia dan 17 orang luka-luka dalam peristiwa itu.

"Korban meninggal adalah para santri MTDA Al Hilaliyah Desa Muara Saladi, karena pada saat kejadian para santri sedang belajar," tulis Dur Berutu, Kepala Kantor Kemenag Mandailing Natal, dalam suratnya, Senin (15/10).

Dia menyatakan 12 santri yang meninggal dunia yakni: Isroil (12), Dahleni (10), Apsoh (9), Ahmad Idan (9), Ahmad Isnan (11), Mhd Riyan Syahputra (9), Tiara (11), Masitoh (12), Alpi Sahri (12), Aisyah Aini (13), Sohipah (10), dan Mutiah (12).

Advertisement

Sementara 17 santri selamat, masing-masing: Adawiyah (9), Nabila (9), Putri (9), Khoirunnissa (10), Anna Sofa (10), Mujibur Rohman (10), Jufriadi (10), Risdah (11), Haddin (11), Raihansyah (11), Solehuddin (11), Jibril Soikani (11), Sulton (11), Sobbiah (12), Lusiana (12), Abel (12), dan Tasya Amelia (11).

"Guru MTDA Al Hilaliyah yang selamat 2 orang, yaitu Ahyar, yang juga penyuluh agama Islam non-PNS, dan Parluhutan yang juga P3N," tulis Dur Berutu.

Seperti diberitakan, banjir bandang melanda Desa Muara Seladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Madina, Sumut, pada Jumat (12/10) sore. Air bah yang membawa lumpur dan material lain, seperti kayu, menghantam sejumlah rumah warga dan madrasah yang ada di tepi Sungai Aek Saladi.

Advertisement

Saat kejadian 29 siswa sedang belajar di madrasah itu. Dua belas orang di antaranya meninggal dunia.

Selain banjir bandang di Desa Muara Seladi, banjir juga terjadi di wilayah lain di Madina. Berdasarkan data dari BPBD Sumut, terdapat 5 korban tewas akibat kejadian itu. Tiga di antaranya pekerja gorong-gorong jalan di Kecamatan Muara Batang Gadis, dan dua pengendara mobil yang terjun ke Sungai Batang Gadis.

Sebanyak 11 titik longsor juga sempat menutup beberapa ruas jalan provinsi. Seluruhnya sudah dapat diatasi.

Berdasarkan dari surat Kepala Kantor Kemenag Madina, banjir bandang itu merusak MTDA Al Hilaliyah Muara Seladi, Masjid Al Ihsan Muara Seladi, dan 12 unit rumah masyarakat. Namun BPBD Sumut menyatakan 22 rumah hanyut dan rusak total, 19 rumah rusak berat dan 3 bangunan fasilitas umum rusak berat di desa itu.

Baca juga:
Banjir bandang dan tanah longsor di Mandailing Natal, 17 orang tewas
Banjir bandang di Mandailing Natal, 17 korban meninggal dunia
22 Orang meninggal dan 15 hilang akibat bencana alam di Sumut serta Sumbar
Banjir bandang di Madina, 8 siswa madrasah meninggal, 21 belum ditemukan
Banjir bandang di Sumbar, 3 warga Tanah Datar tewas dan 1 hilang
Dua warga meninggal tertimbun longsor di Tanah Datar

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.