11 Pelajar di Kupang Keracunan Setelah Mengonsumsi MBG, Menu dan Susu Berlendir
11 Siswa dari SDN Liliba di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami keracunan dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Leona Kupang pada Rabu (24/9).
Sebanyak 11 siswa dari SDN Liliba yang terletak di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami keracunan dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Leona Kupang pada Rabu, 24 September 2025. Gejala yang dialami oleh para siswa tersebut meliputi pusing, mual, muntah, dan diare setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan.
Makanan tersebut dibagikan sekitar pukul 12.20 WITA, namun ternyata sudah berbau dan berlendir. Selain itu, susu yang mereka terima juga ditemukan terdapat ulat dan dalam kondisi berlendir.
Kepala SDN Liliba, John Tukan, menjelaskan bahwa distribusi MBG dilakukan mulai pukul 12.15 WITA sebelum akhirnya disantap oleh para siswa. Tanda-tanda ketidaknyamanan mulai muncul pada pukul 12.30 WITA.
"Setelah makan itu yang langsung anak-anak mulai mual. 11 anak ini dari 2 kelas dari kelas 5A dan kelas 5D," tutur Tukan.
Sumber dari MBG ini diketahui berasal dari Dapur MBG Kayu Putih. Sekolah tersebut membagikan MBG yang mereka terima dari SPPG dalam tiga shift, yaitu pada pagi hari, shift kedua pada pukul 10 pagi, dan shift ketiga pada pukul 12 siang.
Lauk Berlendir
Ranti Selan, salah satu siswa, sebelumnya mengalami peningkatan suhu tubuh yang signifikan. Ia mengungkapkan bahwa menu MBG yang diterimanya pada hari itu tampak sudah berlendir, termasuk sayur, telur, dan tahu. Tidak hanya itu, susu yang dibagikan juga terlihat aneh karena terdapat gumpalan mirip lendir kuning.
"Ketika minum susu, terasa ada kuning-kuning dan seperti ada ulat, sehingga kami langsung muntah," ujar dia saat ditemui di rumah sakit.
Setelah mengalami sakit perut yang parah, ia dan teman-temannya merasa lemas dan segera dibawa oleh guru-guru mereka ke RSU Leona Kupang.
Remon Lette, salah satu murid, tidak sempat menikmati makanan yang disediakan dan terpaksa membuangnya karena MBG tersebut sudah mengeluarkan bau tidak sedap, berbusa, dan berlendir. Ia bersama teman-temannya hanya sempat meminum susu yang diberikan, namun tidak semuanya dapat dihabiskan.
“Bukan hanya bau lagi, tapi basi. Jadi kami semua buang makanannya, hanya minum susu,” ungkapnya. Susu yang mereka terima juga tidak dapat diminum habis karena terlihat ada gumpalan-gumpalan aneh dan memiliki rasa yang sedikit asam. Ase Oan, ibu Remon, berharap pemerintah dapat bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa putranya dan teman-teman sekelasnya.