11 Gardu Listrik di Bekasi Masih Terdampak Luapan Sungai Citarum
Banjir akibat tanggul Sungai Citarum jebol meluas ke sejumlah kecamatan termasuk di Kecamatan Babelan yang merupakan bagian dari unit kerja PLN UP3 Bekasi.
PT PLN (Persero) terus melakukan pemantauan di 11 gardu listrik yang masih terendam banjir akibat luapan Sungai Citarum di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
"Hingga hari ini sisa 11 gardu di area jebolnya tanggul Sungai Citarum yang belum dioperasikan karena masih terendam air," kata Manajer PLN UP3 Bekasi Ririn Rachmawardini di Bekasi, Rabu (24/2).
Ririn mengatakan, banjir akibat tanggul Sungai Citarum jebol meluas ke sejumlah kecamatan termasuk di Kecamatan Babelan yang merupakan bagian dari unit kerja PLN UP3 Bekasi.
"Petugas lapangan terus memonitoring kondisi terkini di permukiman warga yang terendam banjir. Jika sudah memungkinkan, kami segera melakukan penanganan," kata dia.
Dia mengatakan, bagi pelanggan yang masih padam, secara bertahap akan dinormalkan kembali setelah kondisi banjir sudah dinyatakan surut.
"Jika semua jaringan listrik baik dari sisi warga maupun PLN sudah dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik, maka akan segera dinyalakan kembali," kata dia.
Dia menambahkan, secara intensif juga melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat agar dapat mengambil langkah sigap dengan mengutamakan keselamatan masyarakat selaku pelanggan.
Ririn menyebut berdasarkan informasi yang diterima, aliran Sungai Citarum mengalir dengan kecepatan air 1.300 per kubik. Debit air itu terbilang tinggi jika dibandingkan dengan kondisi normal yang hanya 850 per kubik.
Selain memonitoring suplai listrik, PLN UP3 Bekasi juga memperhatikan asupan makanan warga korban banjir. Sejauh ini Ririn mengaku sudah mengirimkan sebanyak 1.000 nasi kota siap saji ke sejumlah wilayah terdampak banjir.
"Melalui YBM PLN UP3 Bekasi, sejak Sabtu lalu kami juga memberikan bantuan makanan kepada warga yang berada di pengungsian, semalam, dan sampai hari ini bantuan masih terus dikirim," kata dia.
Ririn mengimbau warga untuk segera mematikan listrik secara mandiri melalui 'Mini Circuit Breaker' para kWh meter apabila mendapati air mulai masuk ke dalam rumah.
"Selanjutnya masyarakat bisa menghubungi PLN melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123," kata Ririn Rachmawardini .
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat Agung Nugraha mengatakan 99 persen masalah kelistrikan akibat banjir sudah dapat dipulihkan kembali.
"Sebanyak 2.117 dari total 2.147 unit gardu distribusi atau 99 persen yang terdampak banjir sudah berhasil dipulihkan kembali," kata dia.
Dia menyebut ada 516.483 pelanggan terdampak banjir yang sudah berhasil dinyalakan kembali. Sementara untuk wilayah Bekasi yang mengalami tanggul jebol masih dalam pemantauan mengingat ada penambahan gardu mati akibat meluasnya banjir Sungai Citarum.
"Wilayah di Jawa Barat yang belum menyala meliputi sebagian wilayah Cikarang, Bekasi, dan Karawang," katanya.
PLN UID Jabar masih menyiagakan 72 posko dengan melibatkan 3.799 personel, 103 genset, 20 UPS, 99 unit gardu bergerak, 12 unit kendaraan deteksi, 700 unit kendaraan operasional, serta sembilan perahu karet yang tersebar di wilayah terdampak banjir se-Jawa Barat.
Baca juga:
Jokowi Perintahkan Perbaikan Tanggul Sungai Citarum yang Jebol Selesai Dua Hari
Jokowi Targetkan Tanggul Citarum yang Jebol Selesai dalam 2 Hari
Ridwan Kamil Janjikan Perbaikan Tanggul Jebol Dipercepat dan Rumah Terdampak
Kondisi Tanggul Citarum yang Jebol dan Sebabkan Banjir Bandang di Bekasi
Ridwan Kamil Sebut Ada 4 Desa Terdampak Tanggul Sungai Citarum Jebol
Tanggul Sungai Citarum Jebol, Kapolda Metro & Pangdam Jaya Fokus Evakuasi Warga