1.026 Tenaga Kesehatan di Indonesia Gugur Akibat Covid-19
LaporCovid-19 melaporkan sebanyak 1.026 tenaga kesehatan di Indonesia meninggal dunia selama pandemi Covid-19 melanda. Ini menunjukkan ada peningkatan 49 kasus kematian dari data 23 Juni 2021 yang mencatat masih 977 orang.
LaporCovid-19 melaporkan sebanyak 1.026 tenaga kesehatan di Indonesia meninggal dunia selama pandemi Covid-19 melanda. Ini menunjukkan ada peningkatan 49 kasus kematian dari data 23 Juni 2021 yang mencatat masih 977 orang.
Data 1.026 ini merupakan akumulatif kematian tenaga kesehatan selama pandemi Covid-19 hingga 28 Juni 2021 pukul 13.00 WIB.
"Itu laporan yang kami terima dari sejawat dan organisasi profesi," kata relawan LaporCovid-19, Lenny Ekawati kepada merdeka.com, Selasa (29/6).
Lenny menjelaskan, dari 1.026 tenaga kesehatan yang meninggal dunia akibat Covid-19, 401 di antaranya merupakan dokter, 325 perawat, 160 bidan, 39 dokter gigi dan 30 ahli teknologi lab medik.
Kemudian, 3 orang terapis gigi, 6 rekam radiologi, 2 sopir ambulans, 3 tenaga farmasi, 3 elektromedik, 5 sanitarian dan 9 apoteker.
Berikutnya, 1 fisikawan medik, 2 epidemolog, 1 entomolog kesehatan dan lebih dari 30 tenaga kesehatan kategori lainnya.
Sebelumnya, LaporCovid-19 meminta pemerintah segera menerapkan lockdown selama dua minggu untuk menekan laju penularan Covid-19. Lockdwon harus diterapkan di 34 provinsi di Indonesia.
©2021 Merdeka.com/laporcovid
Hal ini disampaikan dokter spesialis emergensi yang menjadi sukarelawan LaporCovid-19, Tri Maharani. Wanita yang kerap disapa dokter Maha ini mengingatkan, pemerintah tidak bisa mengedepankan kepentingan ekonomi daripada kesehatan masyarakat sehingga menolak lockdown.
"Harga sebuah nyawa tentu lebih penting dari ekonomi," tegasnya saat dihubungi merdeka.com, Rabu (23/6).
Dia menuturkan, sektor ekonomi di Indonesia akan berjalan dengan baik jika kesehatan masyarakat terlindungi. Dia mencontohkan Malaysia dan China yang mengambil kebijakan lockdown untuk menghentikan laju penularan Covid-19. Setelah menerapkan lockdown, ekonomi Malaysia dan China tetap berjalan lancar.
"Kenapa kita tidak meniru China, tempat pertama Covid-19 ini yang sekarang secara ekonomi sudah baik," ujarnya.
Selain menghentikan laju penularan Covid-19, menurut dokter Maha, lockdown bisa mencegah kematian pada tenaga kesehatan.
Baca juga:
IDAI: 12,6 Persen Penularan Covid-19 Terjadi Pada Anak
Gubernur Banten Positif Covid-19, Kondisi Kesehatan Membaik
Data Satgas: Restoran/Kedai Paling Tidak Patuh Pakai Masker dan Jaga Jarak
ASN Sulsel Dilarang Perjalanan Dinas ke Daerah Zona Merah Covid-19
Ridwan Kamil Sebut Jabar Tak Akan Lockdown, Tapi Akan Lakukan Ini
Pangdam Jaya: Edukasi Pentingnya PPKM Mikro dengan Cara yang Diterima Masyarakat