Xiaomi Ekspansi ke Eropa, Gaet Mantan Insinyur BMW hingga Lamborghini
Xiaomi perluas jangkauannya dalam industri otomotif dunia dengan meresmikan pembukaan pusat riset dan pengembangan di Munich, Jerman.
Xiaomi semakin memperkuat posisinya di industri otomotif global. Baru-baru ini, perusahaan teknologi asal Tiongkok ini telah membuka pusat riset dan pengembangan (R&D) di Munich, Jerman, dengan merekrut sejumlah talenta berpengalaman dari pabrikan otomotif premium Eropa. Menurut Carnewschina, pengumuman ini dilakukan bersamaan dengan ajang Beijing Auto Show 2026. Kehadiran fasilitas ini merupakan bagian dari strategi Xiaomi untuk meningkatkan pengembangan kendaraan listrik, terutama dalam aspek performa, desain, dan teknologi mutakhir.
Pusat R&D di Munich ini dipimpin oleh Rudolf Dittrich, yang sebelumnya terlibat dalam pengembangan BMW M4 GT3. Selain itu, tim ini juga diperkuat oleh Klaus Dieter Groll, yang memiliki pengalaman dalam menangani dinamika kendaraan di berbagai model BMW, termasuk Seri 3, Seri 4, serta SUV X5 dan X7. Xiaomi juga berhasil menarik sejumlah tenaga ahli dari merek ternama lainnya seperti Porsche, Lamborghini, dan Mercedes-Benz. Kehadiran para insinyur dan desainer berpengalaman ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas serta karakter berkendara mobil listrik Xiaomi di masa depan.
Tim baru ini akan fokus pada pengembangan kendaraan performa tinggi dan teknologi inovatif. Salah satu model yang akan mendapatkan sentuhan langsung dari pusat R&D ini adalah Xiaomi YU7 GT, yang dijadwalkan untuk diluncurkan dalam waktu dekat. Langkah ekspansi ini menunjukkan ambisi besar Xiaomi di pasar global. Perusahaan ini menargetkan untuk memasuki pasar mobil listrik Eropa pada tahun 2027, dan membidik profitabilitas bisnis otomotifnya pada paruh kedua tahun 2026.
Dengan menggandeng talenta dari merek-merek premium Eropa dan membangun pusat riset di tengah industri otomotif Jerman, Xiaomi tampaknya serius untuk bersaing di tingkat global. Mereka tidak hanya ingin dikenal sebagai produsen teknologi, tetapi juga sebagai pemain baru yang diperhitungkan dalam industri kendaraan listrik.
Mantan Bos Tesla di China Dibajak
Xiaomi baru-baru ini dilaporkan telah merekrut mantan eksekutif dari Tesla China untuk memperkuat divisi otomotifnya. Menurut berita dari Carnewschina, perusahaan teknologi ini telah menunjuk Kong Yanshuang, yang sebelumnya menjabat sebagai General Manager Tesla China, untuk memimpin penjualan mobil di Xiaomi Auto. Kong Yanshuang dilaporkan telah bergabung dengan Xiaomi sejak awal bulan Maret dan saat ini masih dalam masa transisi sebelum resmi mengambil alih tanggung jawab penjualan otomotif yang sebelumnya dipegang oleh Li Xiaorui, Direktur Xiaomi Auto. Hingga saat ini, Xiaomi belum memberikan pengumuman resmi terkait dengan posisi barunya ini.
Dalam kariernya di Tesla, Kong dikenal sebagai salah satu eksekutif yang sangat berpengaruh di pasar Tiongkok. Ia pernah menjabat sebagai General Manager untuk wilayah China Selatan sebelum akhirnya menjadi General Manager regional untuk seluruh China. Perannya sangat penting dalam membangun jaringan penjualan dan merumuskan strategi promosi merek Tesla di Tiongkok. Antara tahun 2022 dan 2023, ia sering kali muncul di media sebagai General Manager Regional China, membahas kinerja Tesla di Tiongkok, inisiatif strategis, pencapaian penting di Gigafactory Shanghai, serta peluncuran model-model baru.
Selama masa jabatannya di Tesla, Kong juga bertanggung jawab untuk memperluas jaringan layanan dan penjualan ke berbagai kota besar seperti Guangzhou dan Shenzhen, serta menjangkau pasar di kota-kota tier bawah. Strategi ini menjadi bagian krusial dalam mendorong pertumbuhan penjualan Tesla di Tiongkok. Dengan merekrut mantan petinggi Tesla ini, Xiaomi berupaya memperkuat sistem penjualan kendaraan listriknya dan meningkatkan daya saing di pasar otomotif yang semakin ketat.