LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. OTOMOTIF

Penjelasan dari Gaikindo dan Ahli Otomotif soal Mobil Hybrid dari China Kini Menarik Perhatian

Mobil hybrid China makin menarik di Indonesia, tawarkan harga murah dan daya tempuh ribuan km.

Kamis, 29 Mei 2025 21:00:00
mobil hybrid
Chery Sales Indonesia memperkenalkan teknologi Chery Super Hybrid di Jakarta. (Liputan6.com/Septian) (@ 2025 otosia.com)
Advertisement

Beberapa bulan terakhir, pasar otomotif di Indonesia kembali ramai dengan kehadiran berbagai model mobil hybrid dari produsen Tiongkok. Meskipun saat ini produsen Jepang masih mendominasi segmen mobil hybrid, sejumlah merek asal China mulai menunjukkan agresivitas dengan menawarkan harga yang lebih kompetitif serta teknologi Plug-In Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang semakin maju.

Menurut Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), fenomena ini memberikan kesempatan baru bagi merek-merek China untuk menarik minat konsumen di Indonesia. Kukuh Kumara, Sekretaris Umum GAIKINDO, menyampaikan bahwa keberhasilan yang diraih di pasar kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) mungkin bisa terulang di segmen hybrid jika produsen dapat memenuhi kebutuhan lokal.

"Selama mereka bisa menghadirkan kendaraan yang terjangkau, handal, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, konsumen akan mempertimbangkannya," kata Kukuh dalam wawancara dengan Xinhua di Jakarta.

Konsumen Indonesia Masih Ragu Beralih ke BEV

Meskipun minat terhadap kendaraan listrik semakin meningkat, banyak konsumen di Indonesia masih merasa bimbang untuk sepenuhnya beralih ke BEV. Penyebab utamanya adalah terbatasnya infrastruktur pengisian daya, terutama di daerah yang bukan kota besar. Dalam situasi ini, mobil hybrid, terutama PHEV, muncul sebagai solusi transisi yang menarik.

Advertisement

Mobil hybrid memberikan efisiensi bahan bakar tanpa harus sepenuhnya bergantung pada stasiun pengisian daya, yang merupakan keunggulan dibandingkan BEV. Ini menjadikan kendaraan hybrid sebagai pilihan yang praktis bagi masyarakat yang ingin lebih peduli terhadap lingkungan, tetapi tetap mengutamakan kenyamanan dalam penggunaan sehari-hari.

GAIKINDO berpendapat bahwa strategi ini dapat menjadi kunci bagi produsen China untuk meningkatkan pangsa pasar mereka di Indonesia, asalkan mereka dapat menghadirkan model yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik lokal.

Advertisement

Pabrikan China Tawarkan PHEV dengan Harga Terjangkau

Pabrikan seperti Chery dan Jaecoo mulai meluncurkan model PHEV dengan harga di bawah Rp600 juta per unit, sehingga menjadi pilihan yang jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan model sejenis dari produsen Jepang atau Eropa yang harganya bisa dua kali lipat. Selain faktor harga, mobil-mobil ini juga diklaim mampu menempuh jarak ribuan kilometer hanya dengan satu kali pengisian bahan bakar dan daya.

Penawaran ini jelas menarik perhatian, terutama bagi konsumen di segmen menengah yang mencari kendaraan berkualitas tinggi dengan harga yang lebih ramah di kantong. Selain itu, teknologi PHEV memungkinkan pengisian daya baterai dari sumber eksternal, mirip dengan BEV, tetapi tetap mempertahankan fleksibilitas mesin konvensional. Menurut pengamat otomotif Bebin Djuana, kemampuan untuk menempuh jarak jauh menjadi salah satu faktor utama mengapa mobil hybrid asal China diterima dengan baik di pasar.

"Teknologi baterai yang mereka gunakan jauh lebih maju, menghasilkan daya tempuh yang luar biasa," kata Bebin kepada Xinhua.

Peluang Masih Terbuka Lebar untuk Mobil Hybrid China

Meskipun kontribusi mobil hybrid asal China di Indonesia masih kurang dari 3 persen, terdapat potensi pertumbuhan pasar yang sangat besar. Menurut data Gaikindo, penjualan mobil hybrid secara keseluruhan telah mencapai 18 ribu unit dari Januari hingga April tahun ini. Namun, hanya sebagian kecil dari jumlah tersebut yang merupakan PHEV.

Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya peningkatan edukasi kepada konsumen, terutama mengenai kelebihan PHEV dibandingkan dengan mobil hybrid konvensional. Beberapa keunggulannya termasuk kapasitas baterai yang lebih besar, fleksibilitas dalam pengisian daya, dan efisiensi penggunaan bahan bakar. Bebin Djuana juga menambahkan bahwa perbedaan dalam fokus teknologi menjadi salah satu faktor pembeda antara merek Jepang dan China.

Advertisement

"Jepang lebih menekankan pada efisiensi bahan bakar, sedangkan China lebih berfokus pada teknologi baterai dan performa," ujarnya.

Berita Terbaru
  • Heboh Video Kurir Ekspedisi di Parepare Dikeroyok dan Ditabrak, Polisi Buru Pelaku
  • Perkuat Daya Saing Industri Wellness & Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung Penyelenggaraan BWB Expo 2026 di Bali
  • Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi Sepi Investor, Jaraknya Dipangkas Jadi 42 Kilometer
  • Kolaborasi Holding BUMN Danareksa dan KKP, Padukan Pertumbuhan Industri dengan Kelestarian Laut
  • Dapat Suntikan Dana dari Kemenkeu, Proyek Tol Getaci Ditargetkan Rampung 2028
  • berita update
  • be smart
  • bev
  • gaikindo
  • konten ai
  • merdekaoto
  • mobil hybrid
  • otomotif china
  • phev
Artikel ini ditulis oleh
Editor Dedi Rahmadi
M
Reporter Mochamad Rizal Ahba Ohorella
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.