Penerbangan dari Tokyo Terganggu dan Dialihkan Akibat Ada Penumpang Memaksa Membuka Pintu Pesawat
Setelah mendarat, kru dan penumpang menahan pelaku tersebut dan membawanya ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis, menurut pernyataan dari FBI.
Penerbangan dari Tokyo, Jepang menuju Houston, AS dialihkan ke Seattle pada hari Sabtu (24/5) setelah seorang penumpang berusaha membuka dua pintu keluar pesawat, menurut laporan dari FBI dan juru bicara Pelabuhan Seattle. Kru pesawat bersama penumpang lainnya berhasil menahan orang tersebut, yang kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan evaluasi medis setelah pesawat mendarat, seperti yang dinyatakan oleh FBI.
Penerbangan All Nippon Airways 114 sedang dalam perjalanan dari Bandara Haneda di Jepang menuju Bandara Interkontinental George Bush di Houston saat dialihkan "karena adanya penumpang yang tidak tertib," menurut pernyataan dari maskapai tersebut, seperti yang dikutip oleh CNN pada hari Senin (26/5/2025). Pesawat yang digunakan adalah Boeing 787-9 Dreamliner, yang telah terbang selama sekitar 10 jam sebelum akhirnya mendarat di Bandara Internasional Seattle-Tacoma sekitar pukul 4 pagi waktu setempat, berdasarkan informasi dari situs pelacakan penerbangan FlightAware.
"Polisi Pelabuhan Seattle dipanggil setelah menerima laporan mengenai seorang penumpang yang mencoba membuka pintu keluar selama penerbangan," kata juru bicara Chris Guizlo kepada CNN pada hari Minggu (25/5).
Insiden ini menyoroti pentingnya keamanan dalam penerbangan dan bagaimana kru serta penumpang dapat bekerja sama untuk menangani situasi yang berpotensi berbahaya.
Tidak terdapat korban
Tidak ada laporan mengenai korban luka di antara penumpang dan awak pesawat yang tersisa, menurut juru bicara Chris Guizlo. "Laporan kami menunjukkan penerbangan dialihkan karena gangguan penumpang," ungkap juru bicara Badan Penerbangan Federal saat berbicara kepada CNN pada hari Minggu (25/5).
Setibanya di Seattle, terdapat penumpang kedua yang berperilaku tidak sopan di landasan pacu, seperti yang diinformasikan oleh All Nippon Airways. Penumpang tersebut merasa frustrasi akibat pengalihan penerbangan dan sempat meninju pintu kamar mandi, menurut keterangan dari FBI. "Orang tersebut dikeluarkan karena perilaku tidak tertib sebelum pesawat berangkat dari SEA menuju Houston," jelas Guizlo. "Ini tidak terkait dan penumpang diturunkan tanpa insiden." FBI menambahkan bahwa tidak ada tuntutan yang diajukan terkait insiden tersebut. Penerbangan kemudian melanjutkan perjalanan ke Houston dan mendarat dengan selamat tepat sebelum pukul 1 siang waktu setempat tanpa adanya insiden, menurut informasi dari maskapai penerbangan dan FlightAware.
Jumlah gangguan penerbangan semakin meningkat
Pada bulan April, terjadi insiden serupa ketika sebuah penerbangan yang mengangkut lebih dari 200 penumpang dari Bali, Indonesia, menuju Melbourne, Australia, terpaksa kembali setelah seorang penumpang berusaha membuka pintu pesawat secara paksa saat pesawat melintas di atas Samudra Hindia, seperti yang dilaporkan oleh maskapai berbiaya rendah Jetstar. Di Amerika Serikat, FAA menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap perilaku penumpang yang tidak tertib, yang mencapai angka tertinggi pada tahun 2021 dengan hampir 6.000 insiden dilaporkan. Meskipun laporan insiden telah berkurang secara signifikan setelah itu, lebih dari 2.000 insiden masih tercatat pada tahun 2023, menurut data dari FAA. Pada tahun yang sama, lebih dari 400 tindakan penegakan hukum telah dilakukan, dan denda sebesar $7,5 juta dikenakan kepada para pelanggar.
Di bulan November 2024, seorang penumpang yang berperilaku tidak tertib berusaha membuka pintu pesawat dalam penerbangan dari Milwaukee, yang mengakibatkan seorang pramugari terluka dan penumpang lainnya harus menutupinya dengan lakban. Pria tersebut diduga mengatakan kepada seorang pramugari bahwa ia ingin dan perlu "keluar dari pesawat sekarang," berdasarkan laporan dari Departemen Keamanan Publik Bandara Internasional Dallas Fort Worth. Pada tahun 2024, seorang pria juga didakwa atas tindakan pemukulan tanpa alasan terhadap penumpang lain di dalam pesawat United Airlines, setelah ia berulang kali memukul korban hingga berdarah.