JICT Rangkul Komunitas Pesisir di Tengah Perayaan Pelindo Day
Aksi sosial ini merupakan bagian dari rangkaian nasional “Pelindo Day 2025”.
Gemuruh aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok tak menghalangi semangat insan pelabuhan untuk berbagi. Memperingati empat tahun pascamerger PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Jakarta International Container Terminal (JICT) turun langsung ke masyarakat pesisir dengan menyalurkan 100 paket sembako bagi anak-anak dan pengurus Yayasan Merah Putih, Cilincing.
Aksi sosial ini merupakan bagian dari rangkaian nasional “Pelindo Day 2025”, yang digelar serentak di seluruh wilayah operasional Pelindo. Di Cilincing—salah satu kantong pemukiman padat di utara Jakarta—bantuan kebutuhan pokok menjadi angin segar di tengah tekanan ekonomi yang masih membayangi warga pesisir.
“Melalui program ini, kami ingin menguatkan hubungan antara pelabuhan dan masyarakat sekitar. JICT berkomitmen agar pertumbuhan bisnis juga dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujar Raditya Arrya, SM Corporate Secretary JICT.
Pelabuhan Modern
Sejak resmi bergabung ke dalam Pelindo Group pada 2021, JICT berupaya menyeimbangkan kinerja logistik dengan nilai kemanusiaan. Perusahaan menegaskan bahwa pelabuhan modern bukan semata-mata simpul distribusi barang, tetapi juga stakeholder penting bagi komunitas setempat. Program distribusi sembako kali ini disebut sejalan dengan agenda keberlanjutan dan inklusivitas yang diusung Pelindo.
Pelindo Day sendiri bukan hanya ajang perayaan internal perusahaan. Berbagai entitas Pelindo di seluruh Indonesia mengadakan kegiatan sosial—mulai dari penanaman mangrove hingga pelayanan kesehatan gratis—sebagai bukti keterlibatan aktif industri kepelabuhanan ke tengah masyarakat.
Di Cilincing, senyum anak-anak Yayasan Merah Putih mengukuhkan makna tersebut. Bagi mereka, 100 paket sembako bukan sekadar angka; melainkan pengakuan bahwa di balik deru crane dan kontainer, ada kepedulian yang nyata.
Ke depan, JICT menyatakan akan memperluas kolaborasi dengan organisasi lokal—termasuk program beasiswa maritim dan pelatihan keterampilan bagi warga pesisir. “Kami percaya pelabuhan bisa tumbuh bersama komunitasnya,” tambah Raditya.
Dengan langkah kecil namun berdampak, perayaan ulang tahun Pelindo ke-4 ini membuka babak baru hubungan pelabuhan dan masyarakat. Di tengah tantangan ekonomi, solidaritas seperti inilah yang memungkinkan roda logistik nasional berputar sembari menyalakan harapan di garis pantai.