Berikut Keunggulan dan Kelemahan Jetour Dashing Usai Uji Coba dari Bandung ke Jakarta
Sebagai pendatang baru, Jetour Dashing menawarkan kelebihan menarik, namun tetap memiliki sejumlah kekurangan.
PT Jetour Motor Indonesia telah secara resmi meluncurkan Jetour Dashing untuk memperkaya segmen SUV crossover. Tim redaksi Otosia.com mendapatkan kesempatan untuk menguji langsung Jetour Dashing, demi memperoleh pengalaman berkendara yang lebih mendalam.
Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT Jetour Motor Indonesia, mengungkapkan bahwa kombinasi yang ditawarkan oleh Jetour Dashing mampu memberikan performa dan kenyamanan yang memuaskan.
“Dengan The Dashing Experience, kami mengundang rekan-rekan media untuk merasakan langsung pengalaman Jetour Dashing. Mulai dari performa mesin yang responsif, suspensi yang nyaman, hingga fitur-fitur unggulan yang lebih baik dibandingkan model lain dalam segmennya,” ungkap Ranggy di Bandung, Kamis (27/2/2025).
Perjalanan dari Hotel Kimaya by Harris yang terletak di kawasan Braga menuju diler Jetour Kelapa Gading sudah cukup untuk memberikan kesan awal tentang Jetour Dashing. Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan yang ditawarkan oleh Dashing.
Kelebihan yang Menyenangkan
Mesin dan Transmisi Cekatan
Jetour Dashing dilengkapi dengan mesin turbocharged 4-silinder berkapasitas 1.500cc, yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 156 PS dan torsi maksimum 230 Nm. Tenaga dari mesin ini disalurkan ke roda depan melalui transmisi otomatis Dual Clutch Transmission (DCT) dengan 6 percepatan yang dilengkapi paddle shift. Meskipun angka tenaga yang dihasilkan berada di bawah Honda HR-V RS dengan mesin turbo, Jetour Dashing tetap menawarkan respons tenaga yang memuaskan di seluruh rentang RPM. Mesin ini mampu menghadapi kontur pegunungan di Jl. Sersan Bajuri, Bandung, serta rute menanjak dan menurun di Cipularang tanpa mengalami masalah.
Pesona Dinamis dengan Aura Sporty
Desain luar Dashing mencerminkan gaya hidup generasi saat ini yang terlihat dinamis dan bergaya. Dengan fascia depan yang khas dan sudut tajam pada berbagai elemen bodi, mobil ini berhasil menciptakan kesan sporty. Selain itu, pelek berukuran 19 inci merupakan yang terbesar di kelasnya, memberikan tampilan yang proporsional dan modern. Bagian belakang mobil juga harmonis dengan bagian depan, dilengkapi lampu LED penuh dan detail yang sangat presisi.
Bagian dalam mobil ini memiliki nuansa yang serupa, dengan dominasi material hitam di seluruh kabin. Kursi bergaya balap yang dilengkapi dengan jahitan merah pada beberapa panel berhasil menciptakan pengalaman berkendara yang lebih sporty.
Kelegaan Kabin hingga Bagasi
Salah satu fitur unggulan dari Jetour Dashing adalah ruang interior yang luas, memberikan kenyamanan bagi setiap penumpang. Jetour menyatakan bahwa Dashing memiliki ruang kepala (head room) sebesar 10 cm.
Jetour Dashing menawarkan kapasitas bagasi hingga 486 liter, yang lebih besar dibandingkan dengan kompetitornya, Honda HR-V yang memiliki kapasitas 437 liter dan Hyundai Creta yang mencapai 416 liter. Ruang kargo pada Jetour Dashing juga dapat diperluas dengan cara melipat kursi baris kedua.
Panoramic Sunroof
Jetour Dashing mengusung tema Travel+ dan dilengkapi dengan atap panoramic sunroof terbesar di kelasnya, mencapai 75 inci. Fitur ini memberikan kesan kabin yang lebih luas dan terasa lebih mewah.
Tirai penutup kaca atap ini terbuat dari material yang cukup tebal, sehingga cahaya matahari tidak dapat masuk ke dalam kabin saat ditutup dan dapat membantu meredam panas di siang hari. Selain itu, tirai dan kaca dapat dioperasikan secara elektrik, berbeda dengan panoramic roof pada Honda HR-V yang menggunakan kaca statis dan tirai manual.
Kekurangan Minor
Keterbatasan ADAS
Semua varian Jetour Dashing telah dilengkapi dengan sistem Advanced Driving Assistance System (ADAS), meskipun fiturnya terbatas hanya pada Blind Spot Detection (BSD), Door Open Warning (DOW), Lane Collision Warning (LCW), dan Rear Cross Traffic Alert (RCTA). Di segmen yang sama, Honda HR-V dan Hyundai Creta menawarkan fitur ADAS yang lebih komprehensif.
Fitur bantuan mengemudi yang tersedia hanya berupa cruise control standar, yang tidak mampu menjaga jarak dengan kendaraan di depan atau digunakan saat kemacetan. Selain itu, kendaraan ini juga dilengkapi dengan 6 airbag, sistem pengereman ABS, hill-descent control, hill start assist, traction control, dan rangka baja berkekuatan tinggi yang mencapai 75 persen.
Layar di Interior Kurang Responsif
Head unit dilengkapi dengan layar berukuran 10,25 inci. Konektivitasnya cukup lengkap, mencakup Bluetooth serta dukungan nirkabel untuk Apple CarPlay dan Android Auto. Namun, layar ini kurang responsif saat memilih menu, memerlukan waktu sekitar satu hingga dua detik untuk membuka pilihan yang diinginkan.
Di samping itu, panel instrumen digital sepenuhnya yang digunakan memiliki resolusi gambar yang cukup baik. Namun, ketika ditampilkan dalam mode dengan dua lingkaran dan jarum, pergerakan jarum terlihat kurang halus.
Penyesuaian Suspensi
Jetour Dashing telah mengimplementasikan sistem suspensi independen penuh pada keempat rodanya. Ketika mendengar hal ini, orang akan langsung membayangkan pengendalian yang responsif atau kenyamanan yang lebih saat berkendara. Namun, kenyamanan dan pengendalian Dashing ternyata masih tergolong biasa saja.
Mobil ini menunjukkan gejala body roll saat melakukan manuver yang agresif, meskipun masih dalam batas toleransi, namun cukup mengganggu dalam beberapa situasi. Para jurnalis dari Otosia.com dan beberapa rekan jurnalis lainnya merasakan bahwa suspensi Dashing cenderung kaku ketika melewati jalan yang bergelombang atau polisi tidur, tetapi terasa lebih empuk saat melintasi jalan berlubang dengan kecepatan yang sangat rendah.
Jetour Dashing menawarkan berbagai pilihan warna eksterior, termasuk Black, White, Bloodstone Red, Phantom Grey, dan Vanilla Blue. Mobil ini tersedia dalam dua varian, yaitu Jetour Dashing Journey dengan harga Rp403.800.000 dan Jetour Dashing Inspiras yang dijual seharga Rp434.800.000 on the road (OTR) Jakarta.