Baterai Ion Natrium Mulai Diproduksi, Era Mobil Listrik Murah Resmi Dimulai
Baterai ion natrium kini masih menjadi fokus penelitian. Namun, proses komersialisasi jenis baterai ini ternyata lebih cepat dari yang diperkirakan.
Baterai ion natrium, yang selama ini menjadi fokus penelitian dan hanya ditemukan di laboratorium, kini telah memasuki tahap komersialisasi lebih cepat dari yang diperkirakan. Menurut informasi dari ArenaEV, Pret, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang baterai, telah memulai produksi massal berbagai produk baterai ion natrium.
Saat ini, baterai ini digunakan dalam penyimpanan energi, daya cadangan, sistem start-stop kendaraan, serta kendaraan khusus. Dengan meningkatnya permintaan, perusahaan tersebut bahkan memutuskan untuk berinvestasi dalam lini produksi baru dengan kapasitas mencapai 2 GWh, yang direncanakan akan beroperasi menjelang akhir tahun ini.
Di sisi lain, CATL juga telah menandatangani perjanjian pasokan selama tiga tahun dengan HyperStrong, yang mencakup 60 GWh baterai ion natrium. Selain itu, anak perusahaan CATL, Fuding Times, telah mengumumkan proyek perluasan baru yang membutuhkan investasi sebesar US$ 735 juta, yang akan menambah kapasitas total sebesar 40 GWh. Meskipun saat ini baterai ion natrium belum mampu bersaing dengan baterai litium iron fosfat (LFP) dalam hal kinerja, biaya produksinya jauh lebih rendah.
Yang lebih penting, bahan-bahan yang diperlukan untuk memproduksi baterai ini lebih mudah diakses dibandingkan lithium, dan tidak terpengaruh oleh volatilitas harga yang tinggi. Hal ini menjadikan sel ion natrium sebagai solusi ideal untuk kendaraan listrik yang lebih kecil dan terjangkau, serta memudahkan perusahaan dalam merencanakan dan mengoptimalkan biaya produksi kendaraan kompak yang hemat biaya.
Diharapkan dapat Menurunkan Biaya Produksi Baterai
Baterai LFP tetap menjadi pilihan utama untuk kendaraan kelas atas dan berukuran besar, berkat kepadatan energinya yang unggul. Di sisi lain, para analis meyakini bahwa baterai ion natrium akan merevolusi segmen kendaraan listrik dengan harga terjangkau. Baterai ini diharapkan dapat menurunkan biaya produksi baterai dan memberikan stabilitas harga yang lebih baik, sehingga menciptakan peluang untuk meningkatkan margin keuntungan di segmen ini.
Dengan demikian, perkembangan teknologi baterai ini sangat penting untuk masa depan industri otomotif, terutama dalam menghadapi permintaan yang terus meningkat untuk kendaraan listrik.
"Baterai ini akan memungkinkan biaya baterai yang lebih rendah dan lebih stabil, memastikan fleksibilitas harga yang lebih baik, dan membuka peluang untuk keuntungan yang lebih tinggi di segmen tersebut," ungkap para ahli.