LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. KHAS

Kendali mujahid ISIS dari Cianjur

Kiai Chep Hernawan mengaku telah mengirim 56 orang untuk bergabung dengan ISIS di Irak.

2014-08-25 06:12:44
Ekstremis ISIS
Advertisement

"Hidup mulia atau mati syahid. Allahu akbar," begitu pesan Kiai Chep Hermawan demi menegakkan syariat Islam di Indonesia ketika melakukan rekaman klarifikasi oleh televisi swasta nasional di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis malam pekan kemarin. Pesan itu terkait pengakuan dia sebagai Presiden Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) Regional Indonesia.

Nama kiai asal Cianjur, Jawa Barat, itu mulai kesohor saat anggota Kepolisian Resor (Polres) Cilacap, Jawa Tengah, membekuk dia dua pekan lalu usai mengunjungi ustaz Abu Bakar Ba'asyir di Lembaga Pemasyarakatan Nusa Kambangan. Dia dituding sebagai pembawa bendera ISIS untuk dibaiat oleh Baasyir.

Polisi membebaskan Chep setelah menahan dia 28 jam. Dia kemudian memberikan klarifikasi di pelataran Markas Polres Cilacap soal namanya disebut sebagai presiden ISIS Regional Indonesia.

Chep membantah jabatan itu. Dia mengaku tidak memiliki susunan kabinet serta anggaran dasar/anggaran rumah tangga, apalagi panglima perang. Chep memang mendukung ISIS sebagai bentuk penegakan syariat Islam. "Kita tidak pernah menyuruh berperang di sini. Tapi kita menyuruh para mujahid berperang di Irak," katanya saat berbincang dengan merdeka.com di Venus Cafe, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.

Dia mengungkapkan ada 56 orang asal Indonesia bergabung bersama ISIS di Irak. Semuanya ada di tiga kota besar berhasil direbut ISIS di sana, yakni Mosul, Ramadi, dan Fallujah. "Saya sudah mengirim 56 mujahid ke sana," ujarnya.

Sebelum para mujahid itu berangkat dan bergabung dengan ISIS di Irak, mereka mendapat pelatihan fisik di Gunung Gede. "Tidak ada angkat senjata, di sini hanya latihan fisik saja di Gunung Gede," tutur Chep.

Selama latihan mereka tidak makan nasi selama 40 hari. Para mujahid Indonesia itu hanya melahap daging sebagai bekal latihan fisik.

Chep mengaku memang bertugas merekrut anggota untuk berjuang membantu ISIS di Irak. Untuk dana, masing-masing mujahid itu diberi ongkos untuk berangkat menuju Irak dan Suriah dari uang pribadi Kiai Chep Hernawan.

Mereka berangkat dengan cara menyamar sebagai relawan kemanusiaan lewat negara ketiga. "Saya kasih Rp 5 juta untuk ke sana, sisanya ada yang menyumbang," kata Chep.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Ansyaad Mbai mengatakan keberadaan ISIS di Indonesia terpantau sejak Maret lalu ketika ada deklarasi dan demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia. Menurut dia, orang-orang berkaitan dengan ISIS merupakan para pelaku teror di tanah air. "Ada sekitar 30 orang," katanya akhir Juli lalu.

Baca juga:
Polisi ancam pidanakan penjual bendera ISIS
Ada isu ISIS hancurkan Borobudur,Polisi jaga objek vital di Bali
Polisi bebaskan simpatisan ISIS dari Depok
Aksi unjuk rasa menolak keberadaan ISIS di Indonesia
Panglima ISIS dari UIN
Bukan untuk berperang di Indonesia

(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.