LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. KHAS

Intel perusahaan asing berkedok wartawan

"Banyak informan perusahaan di Papua," Viktor Mambor, wartawan asli Papua.

2014-08-27 10:44:29
Papua
Advertisement

Kondisi mencekam antara gerilyawan separatis dan aparat keamanan di Papua sampai hari ini memang menjadi perhatian khusus bagi dunia internasional. Apalagi bumi Cendrawasih ini berlimpah sumber daya alam.

Pelaporan berita dan informasi investasi menjadi upaya bagi pihak asing memasuki wilayah paling ujung Indonesia itu. Dia mengakui banyak mata-mata asing mengaku menjadi wartawan agar bisa menyusup ke Papua.

"Banyak mata-mata mengaku menjadi wartawan mengorek informasi soal investasi ekonomi," kata wartawan asli Papua, Viktor Mambor, saat dihubungi merdeka.com melalui telepon selulernya kemarin. "Banyak utusan-utusan perusahaan internasional mengaku wartawan untuk bisa masuk ke Papua."

Dia masih belum menemukan sejauh ini para penyusup atau penyamar bermotif politik. Beberapa tertangkap tangan sebagai periset atau pencari peluang investasi, di bidang pertambangan.

Sejauh ini, menurut Viktor, belum ada wartawan asing menjadi intelijen dari pemerintah negaranya atau sebagai agen rahasia gerakan separatis lokal. Mereka lebih tertarik melihat bagaimana tambang-tambang tradisional masih dikelola warga dengan cara sederhana. "Banyak informan perusahaan di Papua," ujarnya.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Papua menahan dua jurnalis asal Prancis Thomas Charles Danbois dan Valentine Bourrat. Keduanya dijerat pasal pidana umum dan pidana khusus keimigrasian.

"Kita berupaya bekerja sama dengan kejaksaan tinggi dan imigrasi. Mereka masih kita tahan," tutur Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Yotje Mende Kamis dua pekan lalu di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia.

Mereka ditahan karena dugaan terlibat dengan gerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Apalagi keduanya juga terbukti berhubungan dengan petinggi kelompok itu.

Baca juga:
Papua seperti anak perawan
Sepotong berita dari tanah Papua

(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.