Viral Pria Naik Motor Pamer Alat Kelamin, Polres Tulungagung Lakukan Ini
Beredar video yang menunjukkan seorang pria mengendarai motor sembari memamerkan alat kelaminnya. Anggota Polsek Gondang, Kabupaten Tulungagung, lakukan ini.
Beredar video yang menunjukkan seorang pria mengendarai motor sembari memamerkan alat kelaminnya. Peristiwa yang meresahkan masyarakat itu terjadi di jalan raya Desa Cabe, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Aparat kepolisian sektor Gondang, Kabupaten Tulungagung tengah memburu pria pelaku eksibisionis yang videonya viral di berbagai grup media sosial di wilayah hukum setempat karena dianggap mengganggu ketenangan dan kenyamanan publik.
"Kami masih menyelidiki informasi awal yang kami terima. Apa benar kejadiannya di sini, atau di lokasi lain," terang Kapolsek Gondang, AKP Suwancono di Tulungagung, Rabu (2/2/2022), melansir dari ANTARA.
Ciri-Ciri Pelaku
©Daily Mail
Pelaku eksibisionis itu melakukan aksinya sembari mengendarai motor jenis Honda Beat warna putih, helm hitam, kaos berlengan panjang warna abu-abu dan hijau, serta celana panjang.
Dari video pendek yang tersebar luas mulai Senin (31/1) itu, hanya pelat motor dan pakaian yang dikenakan pelaku yang bisa dijadikan petunjuk awal.
Sementara ciri-ciri pelaku belum bisa teridentifikasi karena sebagian besar wajah pria tersebut tertutup helm hitam.
Suwancono berharap dalam waktu dekat bisa memberikan informasi mengenai aksi eksibisionis tersebut.
Bukan Kali Pertama
©2021 Merdeka.com/ipqi.org
Aksi pamer alat kelamin ini bukan kali pertama terjadi di wilayah hukum Polres Tulungagung. Beberapa waktu lalu, anggota Polres Tulungagung Kota juga memproses hukum aksi seorang pria eksibionis yang beraksi di dalam bus.
Saat itu, bus umum jurusan Surabaya-Trenggalek hanya berisi dua orang penumpang yakni pelaku dan seorang perempuan.
Tak disangka, pelaku melakukan aksi tak senonoh di hadapan penumpang perempuan. Melihat aksi pelaku, perempuan tersebut histeris dan memilih pindah tempat duduk. Ia juga melaporkan apa yang dialaminya kepada kru bus.
Kru bus yang bersangkutan kemudian membawa pelaku eksibisionis ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.