LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAWA TIMUR
  2. RAGAM

Mengunjungi Desa Girikerto Ngawi, Ada Kebun Teh Warisan Kolonial hingga Mata Air Alami yang Tak Pernah Kering

Menyusuri Kampung Belanda hingga merasakan teduhnya kawasan sumber mata air alami yang tak pernah kering

Rabu, 02 Okt 2024 09:19:51
ngawi
Desa Girikerto Ngawi ((Google Maps))
Advertisement

Daerah yang terletak di lereng gunung terkenal subur. Seperti halnya daerah-daerah di lereng Gunung Lawu. Gunung ini sendiri terletak di tiga daerah, yakni Kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah dan Kabupaten Ngawi dan Magetan, Jawa Timur.

Gunung setinggi 3.265 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini terakhir meletus pada 28 November 1885. Abu vulkanik dari letusan gunung api umumnya mengandung banyak unsur mineral penyubur tanah seperti sulfur dan fosfor yang bermanfaat bagi kesuburan lahan di sekitarnya.

Hal inilah yang menyebabkan lingkungan di sekitar lereng Lawu selalu subur dan. Salah satunya dapat disaksikan di Desa Girikerto, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi. 

Kebun Teh

Kebun Teh Jamus (Google Maps)

Desa Girikerto berada di ketinggian 800 mdpl dengan suhu udara rata-rata 18 derajat celcius. Wilayah ini juga memiliki curah hujan cukup tinggi. Lingkungan desa ini berupa kawasan konservasi hutan lereng Lawu. 

Advertisement

Terdapat tiga dusun dan satu kampung di Desa Girikerto, yakni Kampung Jamus, Dusun Girikerto, Dusun Nglegok, serta Dusun Banjaran. 

Mengutip situs indonesia.go.id, Desa Girikerto memiliki kawasan perkebunan teh seluas 478 hektare yang berada di Kampung Jamus. Kebun teh ini dulunya merupakan milik pengusaha Belanda bernama Van de Rappard.

Advertisement

Kebun teh Jamur berada di lereng sebelah utara Gunung Lawu dan kini dikelola oleh perusahaan swasta. Tak jauh dari lokasi kebun teh, ada sekitar 200 kepala keluarga yang menghuni rumah-rumah bernuansa kolonial dan bentuknya hampir serupa. Hal ini membuat banyak orang menjuluki permukiman tersebut sebagai Kampung Belanda. 

Pemandangan Indah

Kebun Teh Jamus (Google Maps)

Saat memasuki kawasan Kebun Teh Jamus, udara segar menyeruak. Selain menyusuri keindahan kebun teh, pengunjung bisa mencoba sensasi feeding time (memberi makan) rusa atau mencoba segarnya wisata air Sumber Lanang yang berasal dari Gunung Lawu.

Wisatawan yang ingin merasakan sensasi lebih ekstrem, bisa mencoba naik ke Borobudur Hill yang merupakan puncak kebun teh Jamus. Butuh fisik yang prima karena untuk mencapai Borobudur Hill wisatawan perlu menaklukkan puluhan anak tangga dengan medan cukup terjal.

Mengutip situs ngawikab.go.id, jika sudah mencapai bagian atas Kebun Teh Jamus, pengunjung bisa melihat hamparan pohon teh yang dibiarkan tumbuh besar. Pohon teh ini diperkirakan berusia ratusan tahun sejak era kolonial Belanda.

Mata Air yang Tak Pernah Kering

Sumber Koso Ngawi (Google Maps)

Selain pesona kebun teh dan kampung Belanda, terdapat puluhan mata air alami yang alirannya tak pernah kering. Salah satunya adalah mata air Sumber Koso yang berada di Dusun Girikerto. 

Mengutip website Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Ngawi, Sumber Koso memiliki cadangan air yang melimpah dengan debit besar. Sumber air alami ini menjadi pemasok air bersih warga sekitar serta digunakan untuk irigasi sawah petani.

Pemerintah desa juga menyulap kawasan hutan desa yang rindang di sekitar Sumber Koso menjadi wana wisata bersih dan rapi, lengkap dengan lokasi berkemah (camping ground). Telaga Sumber Koso juga digunakan untuk memelihara ikan koi sehingga menambah cantik area ini. 

Setiap orang yang ingin masuk ke wana wisata ini dikenai retribusi sebesar Rp5.000 sebagai pengganti biaya kebersihan.

Lebih lanjut, para petani di Desa Girikerto juga menerapkan sistem persawahan terasering atau berundak, mengingat lokasinya yang berada di lereng gunung.

Advertisement

Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Girikerto yang didominasi anak-anak muda kreatif juga membangun beberapa menara pandang terbuka dengan latar pemandangan gunung, kebun teh, serta sawah terasering menjadi spot foto menarik bagi pengunjung.

Berita Terbaru
  • Inisiatif Pupuk Kaltim Dukung Ketahanan Pangan Hingga Pengelolaan Lingkungan
  • Dapatkan Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api, Catat Tanggal dan Syaratnya Agar Tidak Ketinggalan
  • Ini Jalur Alternatif Imbas Rekayasa Lalu Lintas di Gelora Bung Karno pada 6-7 Juni 2026
  • Pemukul Polisi saat Demo di Mamuju Ditangkap, Aktor Intelektual Diburu
  • KemenPANRB Jajaki Kerja Sama dengan Estonia untuk Percepat Transformasi Digital Pemerintahan
  • desa wisata
  • gunung lawu
  • jatim
  • kebun teh
  • ngawi
  • wisata alam
Artikel ini ditulis oleh
Editor Alieza Nurulita Dewi
R
Reporter Rizka Nur laily Muallifa
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.